BangkaPos/
Home »

Lokal

» Bangka

Tarmizi Minta Kasus di Pangkalpinang Jangan Sampai Terjadi di Kabupaten Bangka

Jangan sampai kasus di Pangkalpinang terjadi. Saya dak mau dengar itu. Jadi semua rumah sakit orang sakit mau terima

Tarmizi Minta Kasus di Pangkalpinang Jangan Sampai Terjadi di Kabupaten Bangka
Bangkapos/Nurhayati
Bupati Bangka H Tarmizi Saat ketika menyampaikan sambutannya pada acara Bimtek Lokal Pengurus PKK, Selasa (10/10/2017) di Hotel Tanjung Pesona Sungailiat 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Bupati Bangka H Tarmizi Saat mengingatkan para tenaga medis terutama di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) maupun di puskesmas-puskesmas agar tidak menelantarkan pasien saat berobat.

Ditegaskan Tarmizi, ia tidak mau kejadian seperti di Pangkalpinang yakni di Rumah Sakit Bhakti Timah (RSBT) yang menolak pasien saat akan melahirkan dengan alasan ruangan penuh.

Kejadian ini menurut Tarmizi jangan sampai terjadi di Kabupaten Bangka.

"Jangan sampai kasus di Pangkalpinang terjadi. Saya dak mau dengar itu. Jadi semua rumah sakit orang sakit mau terima," tegas Tarmizi pada acara Bimtek Lokal Pengurus PKK, Selasa (10/10/2017) di Hotel Tanjung Pesona Sungailiat.

Menurutnya semua pasien diterima dulu jika ada masalah bupati bisa mengurusnya.

Apalagi puskesmas di Penagan, Petaling, Puding Besar, Bakam, Riausilip dan Belinyu sudah rawat inap.

Bahkan rumah sakit yakni Rumah Sakit Eko Maulana Ali di Belinyu dan Rumah Sakit Mayor Syafrie Rahman di Puding Besar sudah dibangun oleh Pemkab Bangka.

Tarmizi minta agar ibu hamil berisiko tinggi di data. Saat ini sudah ada aplikasi yang diluncurkan Dinas Kesehatan yakni Resti Cikar dan SMS Bunda Cerdas.

"Resti Cikar itu kepanjangan Resiko tinggi catat koordinasikan dan atasi resiko. Misalnya ada ibu hamil yang mengalami darah tinggi. Itu tidak boleh terjadi bisa ibu atau anaknya meninggal, bisa rusak nama provinsi kita ini," ungkap Tarmizi.

Untuk itu bagi bayi yang baru lahir ada program Bang Muda yakni Bangka Mudah Mendapatkan Akte.

Selain itu juga ada program isbat nikah bagi masyarakat yang tidak memilikibuku akad nikah dimana Pemkab Bangka sudah mengangarkan dana sebesar Rp 200 juta.(*)

Penulis: nurhayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help