BangkaPos/

Evolusi Industri Perhotelan Lebih Cepat Dibanding Pendidikan

osialisasi Job Matching SMKN 3 Pangkalpinang bertajuk "Trik Menghadapi SMK"

Evolusi Industri Perhotelan Lebih Cepat Dibanding Pendidikan
bangkapos.com/Ardhina Trisila Sakti
General Manager Novotel Bangka, Toat Edi Wijaya 

Laporan wartawan Bangka Pos, Ardhina Trisila Sakti

BANGKAPOS.COM, BANGKA- Sosialisasi Job Matching SMKN 3 Pangkalpinang bertajuk "Trik Menghadapi SMK" turut diisi oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Didik Suprapto dan General Manager Novotel Bangka, Toat Edi Wijaya sebagai pembicara utama yang memberi informasi pengetahuan kepada puluhan siswa SMK kelas XII dan tamatan SMK.

Didit mengatakan lapangan usaha tak dipungkiri lebih banyak dibuka oleh investor. Menurutnya, iklim investasi di daerah perlu dijaga agar kian kondusif sehingga menarik kalangan industri.

"Pelaka usaha sekarang akan mencari tenaga siap pakai bukan yang baru tamat. Jangan sampai diwawancara ditanya "kamu bisanya apa?", terus kalian jawab "basinglah pak"," ujar Didik saat menjadi pembicara dalam sosialisasi "Trik Menghadapi Interview", Rabu (11/10).

Namun selain menjadi karyawan yang handal dan siap pakai, Didit pun mendorong kalangan SMK agar kelak dapat berwirausa dan membuka lapangan kerja. Sebab idealnya sebesar 16 persen dari jumlah penduduk sebuah negara adalah wirausaha.

Sementara General Manager Novotel Bangka, Toat Edi Wijaya berpendapat kondisi tamatan SMK lokal Babel tak konsisten memilih pekerjaan yang sesuai dengan jurusannya. Padahal menurutnya, perhotelan di Babel sendiri masih membutuhkan SDM tamatan SMK.

Tak dipungkirinya di Novotel Bangka yang notabe merupakan hotel berkelas yang kerap digunakan untuk seminar pemerintahan menerima tamatan SMK selain dari Bangka juga menerima SDM dari berbagai daerah karena alasan ingin mengejar kualitas seperti Lampung, Bandung dan Jakarta.

"Banyak (tamatan SMK) yang tak melanjutkan karirnya di perhotelan. Kemampuan kita bertarung secara nasional juga masih belum berani keluar daerah,"terang Toat kepada Bangka Pos.

Dikatakan General Manager Novotel Bangka, dewasa ini evolusi indutri perhotelan berkembang lebih cepat dibanding pendidikan. Ia pun menyarankan agar ada penambahan jumlah guru serta upgrade (peningkatan ilmu) oleh guru SMK mengingat industri perhotelan kini berbeda dengan 10 tahun lalu.

"Evolusi perhotelan ada di teknologi, sekarang sistem booking service sudah serba online. Dari segi makanan pun tak hanya menyediakan menu otentik lagi tapi variasinya lebih banyak. Macam service hotel juga berkembang tidak sesederhana dulu lagi dan konsepnya extra service," beber Toat Edi Wijaya.

Penulis: Dhina Sakti
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help