BangkaPos/
Home »

Lokal

» Bangka

Angka Perceraian di Bangka Tinggi, Bupati Siap Berburu Janda dan Duda

Pasalnya ada janda dan duda yang single parent tanpa memiliki penghasilan untuk menafkahi hidupnya

Angka Perceraian di Bangka Tinggi, Bupati Siap Berburu Janda dan Duda
Bangkapos/Nurhayati
Bupati Bangka H Tarmizi Saat menandatangani prasasti kampung KB disaksikan Gubernur Babel H Erzaldi Rosman Djohan, ketika peresmian Kesatuan Gerak PKK KB Kesehatan dan TNI Manunggal serta Pencanangan Kampung KB, Kamis (12/10/2017) di Halaman Kantor Kades Sempan. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Bupati Bangka H Tarmizi Saat sependapat dengan usulan perubahan UU No 1 Tahun 1974 tentang perkawinan dimana usia perkawinan yang sebelumnya 16 tahun menjadi 18 tahun. 

Dia menilai usia matang untuk berumah tangga minimal 18 tahun hingga usia siap berkeluarga 26 tahun hingga 27 tahun.

"Saya sendiri nikah umur 32 tahun. Jadi saya setuju, tentu sebelum pemerintah mengeluarkan undang-undang itu rasa disosialisasikan dulu dengan melibatkan semua komponen masyarakat akademisi, alim ulama, pastur, kementerian agama dan pemerintah secara integral," jelas Tarmizi kepada bangkapos.com, ketika peresmian Kesatuan Gerak PKK KB Kesehatan dan TNI Manunggal serta Pencanangan Kampung KB, Kamis (12/10/2017) di Halaman Kantor Kades Sempan.

Diakui pernikahan dini di Kabupaten Bangka masih banyak terjadi.

Untuk itu Pemkab Bangka melalui Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil akan membuat program, jika ada warga yang menikah langsung membuat kartu keluarga dan Kartu Tanda Penduduk baru.

Ini harus online antara Dukcapil dengan BKKBN, KUA dan Kementerian Agama. 

Selain itu angka perceraian di Kabupaten Bangka dikatakannya cukup tinggi.

Oleh karena itu Pemkab Bangka akan membuat program baru yakni perburuan janda dan duda.

Pasalnya ada janda dan duda yang single parent tanpa memiliki penghasilan untuk menafkahi hidupnya.

"Contohnya kemarin saya baru tahu dari RT ada seorang janda dia single parent aslinya dari Jawa sudah 12 tahun tinggal di sini. Dia kecelakaan sudah dua tahun tidak ada yang ngurus. Bawa ke rumah sakit bahunya patah kakinya patah ini salah satu program juga," ungkap Tarmizi.

Untuk itu ia akan membuat program perburuan janda dan duda. Disamping Program Pak Kumis yakni pengentasan kawasan kumuh dan miskin.

"Termasuk perburuan janda dan duda. Supaya kita bisa pemberdayaannya. Untuk masa depannya. Ini tidak bisa kita biarkan, kita membantu mereka. Kalau mempersatukan itu urusan kementerian agama. Bagaimana mereka bisa memperoleh pendapatan. Untuk itu akan diberikan ketrampilan agar mereka bisa memperoleh pendapatan," kata Tarmizi.

Dia yakin tidak ada anggaran juga program perburuan janda dan duda ini akan berjalan.(*)

Penulis: nurhayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help