BangkaPos/

Di Akprind, Dwi Hartanto Jago Bikin Robot Sampai Kuliah di Belanda, Ini Curhat Ibunya

Skripsinya berhubungan dengan rekayasa robotika yang digelutinya selama menjadi mahasiswa S1.

Di Akprind, Dwi Hartanto Jago Bikin Robot Sampai Kuliah di Belanda, Ini Curhat Ibunya
Kompas.com/Muhlis Al Alawi
Sulastri, memegang foto wisuda anaknya, Dwi Hartanto yang lulus mengenyam pendidikan di Institut Sains dan Teknologi (IST) Akprind, Rabu ( 11/10/2017).

BANGKAPOS.COM - Alumni Institut Sains & Teknologi (IST) Akprind Yogyakarta, Dwi Hartanto termasuk mahasiswa cerdas di almamaternya.

Dwi masuk IST Akprind tahun 2001 dan lulus dengan predikat cumlaude pada November 2005.

Sebelumnya pria dari Madiun itu mengaku kuliah S1 di Tokyo University dan kemudian diakuinya sebagai kebohongan semata.

Di almamaternya, IST Akprind, Dwi lulus setelah menyelesaikan skripsi dengan judul ‘Membangun Robot Cerdas Pemadam Api Berbasis Algoritma Kecerdasan AAN (Artificial Neural Network).

Dia kuliah di jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknologi Informasi IST Akprind Yogyakarta.

Skripsinya berhubungan dengan rekayasa robotika yang digelutinya selama menjadi mahasiswa S1.

Terungkapnya kebohongan Dwi, seakan menutup prestasi IST Akprind yang pada Maret 2017 mewakili Indonesia di kontes robotika di ajang Sell Eco Marathon di Singapura.

Lalu Agustus 2017, tim robotika Akprind melalui Robot Brahmana mewakili Indonesia dalam ajang bergengsi Kontes Asia-Pacific Robot Contest (ABU Robocon).

Rektor IST Akprind Yogyakarta, Dr Ir Amir Hamzah MT menyampaikan klarifikasi melalui jumpa pers kepada wartawan di kampus Kalisahak, Yogyakarta belum lama ini.

Pihak kampus mengetahui Dwi Hartanto mendapat beasiswa S2 dan S3 dari Kemkominfo di TU Delft Belanda.

Halaman
1234
Penulis: Alza Munzi
Editor: Alza Munzi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help