BangkaPos/
Home »

Lokal

» Bangka

Gubernur Ajak Para Suami Menggunakan Alat KB

Gubernur Babel, H Erzaldi Rosman Djohan, mengajak para suami ikut berpartisipasi dalam program KB jangan hanya diserahkan kepada para istri

Gubernur Ajak Para Suami Menggunakan Alat KB
Bangkapos/Nurhayati
Gubernur Babel H Erzaldi Rosman Djohan menyampaikan sambutan ketika meresmikan Bakti Sosial Kesatuan Gerak PKK KB Kesehatan dan TNI Manunggal serta Pencanangan Kampung KB, Kamis (12/10/2017) di Halaman Kantor Kades Sempan 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Gubernur Babel, H Erzaldi Rosman Djohan, mengajak para suami ikut berpartisipasi dalam program KB jangan hanya diserahkan kepada para istri.

"KB ini jangan hanya diserahkan kepada ibu-ibu cukuplah sudah penderitaan ibu-ibu, perjuangan ibu-ibu. Mak kita melahirkan kita, sebelumnya mengandung kita sembilan bulan 10 hari. Proses persalinan dengan tenaga dan energi yang sangat luar biasa menahan sakit. Lah sudeh melahirkan ditambah KB pulik," ungkap Erzaldi ketika meresmikan Bakti Sosial Kesatuan Gerak PKK KB Kesehatan dan TNI Manunggal serta Pencanangan Kampung KB, Kamis (12/10/2017) di Halaman Kantor Kades Sempan.

Untuk itu, ditegaskannya, KB ini jangan hanya jadi tanggung jawab wanita jadi harus menjadi tanggung jawab kaum pria.

Sekarang ada KB vasektomi untuk kaum pria sehingga bisa ikut program KB.

"Ketika masuk mobil pelayanan KB nek dak bapak-bapak? Ketika melahirkan ibu-ibu merasa sakit, saat KB ibu-ibu merasa sakit sekarang bapak-bapaknya ber-KB," saran Erzaldi.

Dia yakin jika para suami ikut dilaksanakan program KB maka keluarga berencana untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk akan berhasil.

Erzaldi juga menyampaikan terima kasih untuk TNI/Polri yang bersama BKKBN dan dinas terkait selalu berada di depan dalam melaksanakan program KB. Untuk itu ia memberikan apresiasi yang tinggi kepada TNI/Polri yang memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang perlunya pengendalian penduduk.

"Dulu penduduk dunia ini hanya satu miliar sekarang sudah lima miliar. Indonesia sudah 250 juta belum begitu terasa, tetapi mulai terasa. Terasanya apa bahan makanan sudah mulai sulit dicari. Baru penerintah mengajak menanam. Kesulitan lagi pasti ada kegerakan apa," ungkap Tarmizi.

Diungkapnya jika pertumbuhan penduduk tidak dikontrol akan menyebabkan permasalahan sehingga program KB ini perlu dilaksanakan guna mengendalikan pertumbuhan penduduk.

Penulis: nurhayati
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help