BangkaPos/
Home »

Lokal

» Bangka

Gubernur Miris, Ayam Tak Pulang Ke Kandang Lebih Dicari Daripada Anak Tak Pulang Saat Magrib

Hampir setiap desa setiap pagi pasti ada sampah minimal sampah komik. Sampah komik ada di mana-mana. Bekas minuman keras ada

Gubernur Miris, Ayam Tak Pulang Ke Kandang Lebih Dicari Daripada Anak Tak Pulang Saat Magrib
Bangkapos/Nurhayati
Gubernur Babel H Erzaldi Rosman Djohan bersama istri Hj Melati melihat produk UMKM dari kecamatan-kecamatan di Kabupaten Bangka saat meresmikan Kesatuan Gerak PKK KB Kesehatan, TNI Manunggal dan Pencanangan Kampung KB, Kamis (12/10/2017) di Halaman Kantor Kades Sempan. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Gubernur Babel Erzaldi prihatin sekarang ini anak-anak sudah jauh dari kontrol orang tua.

Dia miris maraknya peredaran minuman keras bahkan obat batuk yang dioplos dengan miras untuk mabuk-mabukan.

Kondisi ini sudah merambah ke desa-desa.

"Hampir setiap desa setiap pagi pasti ada sampah minimal sampah komik. Sampah komik ada di mana-mana. Bekas minuman keras ada dimana-mana. Ini bentuk pertumbuhan penduduk yang tidak terkontrol termasuk jauh dari kontrol orang tuanya," sesal Erzaldi saat meresmikan Kesatuan Gerak PKK KB Kesehatan, TNI Manunggal dan Pencanangan Kampung KB, Kamis (12/10/2017) di Halaman Kantor Kades Sempan.

Dia menilai, komunikasi orang tua sekarang dengan anak sudah berkurang.

Apalagi orang tua sibuk bekerja sedangkan waktu di rumah lebih banyak nonton televisi atau main handphone.

"Kadang-kadang orang tua lebih banyak berkomunikasi dengan anak lewat gadget dan ini keliru. Makanya anak tidak ada di rumah orang tua tidak tahu, anak jam 22.00 WIB tidak ada di rumah orang tua tidak mencari karena menganggap komunikasi dengan handphone sudah bagian dari komunikasi," ungkap Erzaldi prihatin.

Padahal komunikasi antara orang tua dengan anak yang baik adalah komunikasi yang intens lewat tatapan muka dan mata.

Namun sekarang sulit ditemui makanya orang tua jauh dari anak.

"Makanya ayam dak pulang maghrib lebih dicari daripada anak tidak pulang maghrib. Kita lihat di kampung-kampung dak usah di kampung-kampung tetapi di kota-kota  ayam tidak pulang ke kandang magrib dihitung, kurang dua dia cari ke rumah tetangga takut ayamnya mampir atau hilang tapi anak dak pulang jam 22.00 WIB cukup di telpon. Dimana kamu ku disini mak belajar kelompok. Bapak ibu yakin anaknya belajar kelompok? Belum tentu," tanya Erzaldi.

Untuk itu menurutnya pembinaan keluarga harus dikedepankan. Ia yakin jika pembinaan keluarga dikedepankan apapun prospek kedepan generasi muda bisa menjawab tantangan tersebut.(*)

Penulis: nurhayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help