BangkaPos/

Kekerasan Guru Terhadap Siswa Tidak Hanya Dilihat dari Satu Persfektif Saja

Bustami Rahman mengatakan persoalan dugaan tindakan kekerasan guru terhadap siswa tidak hanya dilihat dari satu persfektif saja

Kekerasan Guru Terhadap Siswa Tidak Hanya Dilihat dari Satu Persfektif Saja
bangkapos.com/dok
Prof Dr Bustami Rahman 

"Orangtua jarang menasehati seakan-akan guru ini bertanggungjawab penuh kepada anak-anak, kalau terjadi sesuatu pada anak yang disalahkan guru, sehingga tuntutan guru terlalu tinggi, terkesan orangtua ini menjadi musuh guru dan murid menjadi beban," ujarnya.

Ia mengatakan pihaknya akan menyampaikan hal ini kepada mendikbud agar ditinjau kembali terkait kebijakan publik tentang ham yang berkenaan dengan pendidikan, misalnya adanya kebijakan melindungi guru.

"Kalau terlalu timpang membuat guru depresi, nanti cuek. Seminar kemarin ada yang mengeluh buat apa diajari baik-baik, kalau ada apa-apa salahnya guru juga. Ini Suatu isyarat dewan pendidikan harus laporan ke kemendikbud penting untuk meninjau kembalik kebijakan publik jangan sampai depresi berakibat pada pendidikan pasti kualitasnya menurun," katanya.

Menurutnya, adanya persoalan ini harus dilihat tidak hanya dari sisi kekerasannya saja, melainkan juga penyebab dari tindakan itu. Pada kasus ini orangtua jangan dihadapkan orangtua dan guru sebagai pihak yang bersebrangan.

"Cari akar persoalan mulai dari hak asasi manusia, kalau misanyanya memang sengaja guru menempeleng tanpa penyebab itu pasti karena memang gurunya sakit dan itu memang harus diserahkan ke polisi, tapi kita harus lihat dibalik itu apa yang jadi penyebabnya," ujarnya.

Menurutnya, ada beberapa tindakan yang bisa dibenarkan dengan tujuan edukatif. Lanjutnya, beberapa persoalan yang terjadi di dunia pendidikan guru kerap kali menjadi disalahkan.

"Kalau guru ini sakit karena sistem yang dibuat, itu enggak boleh, ini yang harus dirubah, ada memang beberapa siswa yang tidak bisa ditangani dengan cara khusus, kalau memang menempleng itu cara yang edukatif itu enggak masalah itu akan terasa seperti pelajaran bukan aniaya, jangan tiba-tiba ke polisi," tutupnya.

Penulis: krisyanidayati
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help