BangkaPos/

Kisah Jokowi Kepengen Pindang Belida, Ikan Khas Sumsel nan Langka dan Nyaris Punah

Pak Jokowi memesan melalui ajudannya, waktu itu kami kelabakan karena stok kosong, sementara Pak Jokowi menginginkan

Kisah Jokowi Kepengen Pindang Belida, Ikan Khas Sumsel nan Langka dan Nyaris Punah
Kolase

Usaha penangkaran ikan yang dimiliki para pemasok juga kehabisan stok ikan layak menjadi bahan baku olahan makanan. Ukurannya terlalu kecil.

"Kami langsung sampaikan keadaan sebenarnya, kami pun tidak tahu lagi harus cari dimana, kelangkaan ikan belida di perairan sudah terjadi bertahun tahun," katanya.

Mengetahui kondisi, utusan Jokowi langsung bereaksi. Dua hari kemudian, pagi sebelum kedatangan Jokowi, seorang ajudan tiba tiba datang.
Pria berbadan tegap itu menyerahkan satu ikan belido.

Ikan seberat 1,5 kilogram langsung diolah untuk disiapkan sebagai sajian makan siang Jokowi.

Bersama belido, pengelola rumah makan menyediakan pindang udang yang juga menjadi menu pilihan presiden.

"Tiba tiba ajudan datang pagi harinya, membawa satu ekor ikan belida, saya tidak tahu dapat dari mana, sementara kami di sini kesulitan mencarinya," katanya.

Kekosongan stok bukan pertama kali terjadi, tidak jarang tamu harus memendam hasrat menikmati olahan belido karena kehabisan stok.

Padahal daftar menu pindang belida dan belida goreng tetap ditampilkan.

"Pasokan sering putus, jelas berdampak pada ketersediaan menu, kalau tidak ada bahan baku lalu apa yang akan kita olah," katanya.

Menurut Firman, usahanya selama ini hanya mengandalkan pemasok lokal untuk memenuhi kebutuhan rumah makan.

Halaman
1234
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help