BangkaPos/

Kisah Jokowi Kepengen Pindang Belida, Ikan Khas Sumsel nan Langka dan Nyaris Punah

Pak Jokowi memesan melalui ajudannya, waktu itu kami kelabakan karena stok kosong, sementara Pak Jokowi menginginkan

Kisah Jokowi Kepengen Pindang Belida, Ikan Khas Sumsel nan Langka dan Nyaris Punah
Kolase

Pernah terjadi selama tiga hari, satu pekan bahkan terparah sempat terjadi selama satu bulan penuh.

"Kekosongan sering sekali, menu belida memang andalan kami, harganya pun relatif mahal Rp 120- 150 ribu per porsi," katanya.

Pernah juga pasokan melonjak, tetapi Firman tidak menimbun. Ikan cukup sensitif, kualitas akan menurun jika disimpan.

"Maksimal hanya satu bulan disimpan, kalau lebih tidak bagus lagi, akan berdampak pada rasa dan kualitas olahan makanan," katanya.

Berbeda dengan ikan lain, mengolah belida butuh teknik khusus.
Pasalnya ikan ini memiliki duri yang cukup banyak.

Cara pengolahan dilakukan dengan menarik terlebih dahulu bagian kepala dan ekor ke arah berbeda, selanjutnya baru membelahnya supaya duri mudah terlepas dari daginnya.

Sementara itu, Pemilik dan Pengelola RM Mahkota Indah, Kgs M Yusuf (Uchin) juga mengakui sulitnya mendapatkan belida.

Sejak beberapa tahun terakhir dirinya mengandalkan pasokan belida dari Riau.

" Kalau dari lokal, dari Sungai Musi, saya kira tidak ada lagi. Saya saja sudah lima tahun lebih menggantungkan pasokan dari Riau, " katanya.

Belida dari Riau dijual ke Pasar Cinde. Kebanyakan ditangkap dari sungai Siak dan Kampar.

Halaman
1234
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help