BangkaPos/

Kisah Tragis Mata Hari, Mata-mata Wanita Paling Berbahaya yang Pernah Hidup di Indonesia

Ia dianggap sebagai “The Greatest Woman Spy” yang bertanggung jawab atas kematian ribuan tentara akibat informasi

Kisah Tragis Mata Hari, Mata-mata Wanita Paling Berbahaya yang Pernah Hidup di Indonesia
Istimewa

Dalam waktu sekejap, Mata Hari telah menjadi bintang, ia banyak bertemu dengan orang-orang penting di negara itu dan seluruh Eropa.

Dari sinilah ia banyak menyerap informasi-informasi maha-penting.

Hari ini ia bertemu dengan politisi penting, hari esok ia bertemu dengan perwira militer terpandang, lusanya lagi bertemu dengan diplomat jempolan, beberapa di antaranya adalah Jules Cambon si diplomat Perancis dan seorang Putra Mahkota dari Jerman; tak hanya bertemu, ia juga terlibat affair dengan mereka.

Seiring bertambahnya umur, karier Mata Hari mulai meredup.

Meski demikian, itu tak menghalangi niatnya untuk mengunjungi negara-negara di mana pelanggannya berada, untuk menari tentu saja.

Kondisi ini mau tak mau menyeretnya ke dalam dunia spionase. Ia kemudian resmi menjadi mata-mata dunia dengan kode rahasia H21.

Sepak terjangnya bukan tanpa risiko. Kecurigaan pun kerap datang menghampirinya, salah satunya dari Security Service—dikenal dengan M15—kontra-intelijen dan agen keamanan domestik Britania Raya.

Mereka sempat menginterogasi Mata Hari, namun sayang, mereka tak bisa memaksa Mata Hari buka mulut.

Sepandai-pandainya tupai melompat, pasti jatuh juga.

Pada 13 Februari 1917, Mata Hari akhirnya ditangkap oleh otoritas Perancis atas tuduhan spionase, ketika hendak mengunjungi salah satu kenalannya di Paris.

Halaman
123
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help