BangkaPos/

Pemilik Apotek Sebut Obat Telah Ditukar, Pegawai Apotek dan Pembeli Sudah Bermaafan

Pemilik Apotek Hanna Ahmad Rosidi menjelaskan kronologi, ketika pasien RSUD yang membeli obatnya

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riki Pratama

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Pemilik Apotek Hanna Ahmad Rosidi menjelaskan kronologi, ketika pasien RSUD yang membeli obatnya pada Minggu sore, saat apotek lain tutup dan hanya apotek Hanna yang buka pada saat itu.

Baca: Dama Keluhkan Obat Kadaluarsa di Jual Apotek

"Kronologinya pada hari Minggu apotek kan banyak tutup semua, kami dari tahun 2010 jarang tutup kecuali kami ke Jakarta, ketika itu ada pasien datang pada sore untuk beli obat, jam enam kurang, orang rumah aku yang melayaninya," ujar Ahmad kepada wartawan, Kamis (12/10/2017).

Namu pada hari yang sama, setelah ia membeli, pembeli tersebut sempat ingin mengembalikan obatnya dengan alasan salah resep dari dokter.

"Pada hari Minggu itulah, dia ingin mengembalikan lagi obat itu, alasan dokter salah resep, disuruh mengembalikan, lalu orang rumah aku menanyakan siapa nama pasiennya, ini nama anaknya tidak salah, kalau pasien ini, kalau ibu salah kasi ke dokter, kalau memang ada memo dari dokter, kalau tidak ada memo obat telah di beli tidak bisa dikembalikan," jelas Ahmad.

Selain itu,lanjut Ahmad si pembeli meminta kembali duit dari membeli obat, namun tidak bisa karena sudah menjadi peraturan dari apoteknya.

Selain itu menurutnya untuk masalah harga obat, itu merupakan relatif kalau tidak mau membeli di apotiknya bisa mencari apotik yang lain.

"Dia minta kembali duit, tidak bisa, lalu ia kembali, lalu pada waktu Senin pagi, ia kembali lagi, anak buah saya yang melayani, pagi Senin ia ingin mengembalikan obatnya alasan kedaluwarsa, dengan itu aku yang lagi di belakang langsung ke depan aku tanya apa masalahnya, ada obat kadaluarsa," ujarnya.

Lalu, Ahmad mengatakan bahwa kenapa tidak dari sore kemarin mengatakan bahwa ada obatnya yang kedaluwarsa.

"Kenapa tidak kemaren sore, waktu ke sini tidak menyebutkan kadaluarsa, tetapi aku marahi ke anak buah saya, kenapa bisa begini, tetapi lalu obat itu kami tukar, dengan yang baru, sementara yang kadaluarsa kami simpan, lalu pegawai saya juga telah minta maaf kalau ada salah dengan pembeli dan pembeli juga minta maaf dengan anak buahnya saya," ujarnya.

Penulis: Riki Pratama
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help