BangkaPos/

Terlanjur Dipercaya Banyak Orang, Ini 7 Kebohongan Adegan Intim di Film Dewasa

Orang kadung percaya bahwa semua adegan intim di film porno, itu hal yang lumrah dilakukan di dunia nyata

Terlanjur Dipercaya Banyak Orang, Ini 7 Kebohongan Adegan Intim di Film Dewasa
bossfight.co

Padahal tidak demikian.

Belum tentu semua orang nyaman dengan cara ini.

Bahkan ada orang yang menganggap hal ini sebagai sesuatu yang menjijikkan.

Jadi, jangan sekali-kali berpikir bahwa anda 'berhak' melakukan hal itu.

5. Berganti Posisi

Film porno menyuguhkan banyak variasi posisi bercinta.

Bahkan, tak jarang, dalam satu kali 'pertarungan', entah berapa kali berganti posisi.

Akhirnya, banyak orang tergoda mencobanya.

Kelihatan banget nih bohongnya.

Di dunia nyata, kalau kamu berganti posisi, maka bisa dibilang kamu memulai lagi dari 'nol' alias reset.

Perlu diingat juga ya, sampai sekarang, posisi misionaris yang sering dihina sebagai posisi 'membosankan', pada nyatanya masih jadi posisi yang paling banyak digunakan di dunia nyata.

6. Tanpa Pemanasan

Di film dewasa, kebanyakan adegan tak membutuhkan foreplay atau pemanasan sebelum pasangan bercinta.

Paling banter, adegan ini cuma berlangsung 30 detik.

Atau ajaibnya, bisa tak ada sama sekali !

Padahal, di dunia nyata, foreplay adalah kewajiban.

Bahkan, menurut penelitian, ini harus dilakukan agar hubungan intim bisa berujung pada perasaan saling puas dan bahagia.

7. Selalu Orgasme

Di film porno, adegan orgasme adalah keharusan.

Ironisnya, ini membuat para lelaki di dunia nyata berharap pasangan mereka melakukan hal yang sama.

Padahal tidak demikian.

Berdasar penelitian, wanita lebih sulit mendapatkannya.

Karena itulah, banyak wanita yang di dunia nyata sampai harus pura-pura orgasme, demi membahagiakan pasangan mereka.

Ingat ya, artis di film porno sekali pun, tidak akan melakukan hal yang mereka lakukan di film, ketika berada di dunia nyata! (*)

Artikel ini tayang di Grid.id dengan judul "7 Kebohongan Adegan Intim di Film Dewasa, Tapi Parahnya Terlanjur Dianggap Nyata oleh Banyak Orang"

Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help