BangkaPos/

Tolak KIP Puluhan Nelayan Datangi Gubernur Babel

Babak (53) mengaku ia bersama sejumlah perwakilan warga desanya sengaja mendatangi kantor gubernur Babel

Tolak KIP Puluhan Nelayan Datangi Gubernur Babel
bangkapos.com/Ryan A Prakasa
Sejumlah perwakilan masyarakat asal berbagai desa di Kab Bangka Barat terlihat menunggu kehadiran gubernur Babel guna berdialog membahas persoalan kegiatan KIP di Bangka Barat 

Laporan Wartawan Bangka Pos Ryan A Prakasa

BANGKAPOS.COM, BANGKA --Sampai saat ini upaya sejumlah perwakilan masyarakat asal berbagai desa di wilayah Kabupaten Bangka Barat tetap menolak kegiatan kapal isap produksi (KIP) beroperasi di perairan daerah setempat terus berlanjut.

Meski setelah sebelumnya sekelompok massa mengatasnamakan perwakilan desa di wilayah Bangka Barat sempat mendatangi ketua DPRD Provinsi Bangka Belitung. Namun upaya desakan untuk tetap menolak kegiatan KIP itu justru kembali terjadi, Kamis (11/10/2017) siang sejumlah massa terlihat mendatangi kantor gubernur Babel, di Air Itam, Kota Pangkalpinang.

Seorang perwakilan nelayan asal Desa Air Nyato, Kecamatan Simpang Teritip, Bangka Barat, Babak (53) mengaku ia bersama sejumlah perwakilan warga desanya sengaja mendatangi kantor gubernur Babel terkait persoalan penolakan kegiatan KIP oleh warga di sejumlah desa di Bangka Barat yang dianggapnya sampai saat ini tak kunjung tuntas.

"Kami hanya mau mendengar bagaimana penjelasan pak gubernur langsung terkait permasalan kegiatan kapal isap (KIP--red) yang kita tolak beroperasi di daerah perairan kami itu," kata Babak yang mengaku selaku ketua Serikat Perhimpunan Nelayan Indonesia (SPNI) Desa Air Nyato saat ditemui di gedung kantor gubernur Babel tadi siang.

Hal serupa diungkapkan oleh seorang perwakilan warga Bangka Barat lainnya, Aril (37) yang mengaku asal Desa Pebuar, Kecamatan Jebus, Bangka Barat. Menurut sepengetahuanya jika saat ini ada sejumlah masyarakat desa yang menolak kegiatan KIP beroperasi di sekitar perairan Bangka Barat.

Sejumlah desa tersebut yang dimaksudnya itu yakni Desa Air Nyato, Pebuar, Sungai Buluh, Pangek, Peradong, Air Limau dan Desa Pelangas.

Kedatangan para perwakilan warga asal sejumlah desa di Kabupaten Bangka Barat untuk dapat bertemu dengan gubernur Babel sedianya diduga telah dijadwalkan pada pukul 15.00 WIB namun jadwal tersebut mundur hingga sebagian warga rela menunggu gubernur Babel sejak pukul 11.00 WIB.

Pantauan bangkapos.com di gedung kantor gubernur Babel siang sekitar pukul 11.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB atau sampai pukul 4 sore kegiatan pertemuan antara perwakilan warga dan nelayan dengan gubernur Babel belum juga digelar.

Penulis: ryan augusta
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help