BangkaPos/

Jalan Kartini Rusak Parah, Rio Pertanyakan Kinerja Dinas PU dan Perkim

Miris itulah ungkapan dari anggota DPRD Kota Pangkalpinang, Rio Setiady ketika melihat langsung kondisi jalan

Jalan Kartini Rusak Parah, Rio Pertanyakan Kinerja Dinas PU dan Perkim
Anggota DPRD Kota Pangkalpinang, Rio Setiady ketika mengecek kondisi jalan kartibi di Kelurahan Selindung yang rusak parah, Jumat (13/10/2017). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Zulkodri

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Miris itulah ungkapan dari anggota DPRD Kota Pangkalpinang, Rio Setiady ketika melihat langsung kondisi jalan di Jalan Kartini Kelurahan Selindung yang rusak parah. Jumat (13/10/2017).

"Saya dapat informasi dari warga baik lewat SMS maupun sosial media. Jalan Kartini ini sudah rusak parah. Disisi kanan jalan bahkan berlubang sangat besar. Saya datang dan lihat langsung ternyata memang sudah rusak parah," ujar Rio kepada bangkapos.com.

Tidak hanya itu, kondisi jalan akan semakin parah dimalam hari lantaran di wilayah tersebut, sama sekali tidak ada lampu penerangan jalan sehingga rentan terjadi kecelakaan.

" Saya heran kemana ini, dinas terkait seperti dinas PU. Keadaan kerusakan jalan ini, sudah lama, masa tidak ada perhatian. Selain itu, kita juga ada program 3S yang merupakan saluran aspirasi bagi kelurahan. Tetapi faktanya sudah terlalu lama jalan tersebut, dibiarkan rusak," ucap Rio.

Dikatakan Rio, aktivitas di jalan tersebut, sangat ramai saat pagi dan sore hari. Untuk itu, diharapkan dinas PU dapat membuat skala prioritas jalan mana yang seharusnya diperbaiki. Jangan sampai telah memakan korban, lalau siapa yang bertanggungjawab.

" Yang jelas data lapangan ini, akan saya bawa dalam rapat internal di komisi 3. Selain itu, kami juga akan mendata jalan mana lagi yang mengalami kerusakan, dan terkesan tidak tersentuh pembangunan oleh pemerintah. Kami minta Dinas PU dan Perkim jeli melihat hal ini," ucapnya.

Kondisi jalan berlubang dan tidak rata di jalan Kartini Kelurahan Selindung ini, diakui Maman sudah sering dilaporkan kepada pemerintah. Namun respon dari pemerintah masih belum jelas.

" Lah gati (sering-red) kami lapor. Istilahnya lah langok bantut (lah bosan-red). Tetapi sampai sekarang belum ada tanggapan. Jadi kami hanya menunggu saja," ucapnya.

Hal yang sama dikatakan oleh butak yang mengaku kesal saat melewati jalan tersebut, terlebih saat hujan.

" Iya jalan rusak, apalagi pas hujan sudah seperti kumbangan babi. Tidak tahu lagi kemana ini, pemerintah. Tidak jelas. Informasinya tidak mau bangun jalan karena sering dilewatkan mobil perusahaan kartini, dan bukan jalan pemerintah. Jadi kita masyarakat kecil ini, tidak tahu mana yang benarnya. Kalau kami maunya jalannya bagus," ucapnya.

Penulis: zulkodri
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help