BangkaPos/

Jumlah Parpol Bertambah, Dr Ibrahim: Parpol Baru Belum Menawarkan Visi Baru

Meningkatnya jumlah parta politik menunjukkan peningkatan jumlah kelompok kepentingan yang secara mendasar berbeda ideologi

Jumlah Parpol Bertambah, Dr Ibrahim: Parpol Baru Belum Menawarkan Visi Baru
ibrahim 

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Meningkatnya jumlah parta politik menunjukkan peningkatan jumlah kelompok kepentingan yang secara mendasar berbeda ideologi.

Meski banyaknya jumlah partai politik tidak menjadi indikator otomatis bagusnya demokrasi sebuah negara, namun setidaknya jumlah partai politik yang berkembang menunjukkan dinamisnya kondisi politik Indonesia saat ini.

“Pertumbuhan partai di Indonesia memang tidak sekencang di awal reformasi, namun pergeseran kutub-kutub kekuasaan selalu muncul, sebagian besar muncul sebagai akibat perbedaan kepentingan kelompok dalam sebuah partai,” ujar Dr Ibrahim, Dosen Ilmu Politik FISIP Universitas Bangka Belitung (UBB), Jumat (13/10/2017).

Pertanyaan pentingnya, kata Pengamat Politik Babel ini  adalah apakah pertumbuhan itu diikuti oleh tawaran baru sebuah ideologi partai atau sebatas pergeseran kelompok kepentingan. Jangan sampai partai yang bertambah hanya sekedar memberi variasi pilihan tanpa ada tawaran yang berbeda.

Sekalipun demikian, dalam amatan Ibrahim,  partai politik yang bertambah akan mendorong minimnya dominasi sebuah partai. Artinya, kekuatan akan lebih tersebar. Kondisi ini berpeluang menimbulkan instabilitas politik. Kepentingan akan lebih tersebar dan resikonya adalah susahnya membangun konsensus. Konsisi ini tidak hanya akan terjadi di pusat, tapi juga akan berimplikasi pada peta politik di tingkat daerah.

“Beberapa partai baru diretas dengan beragam kepentingan. Perindo misalnya, dengan dukungan jaringan media mereka berusaha melakukan penetrasi, meski secara figuritas sang penggagas sepertinya belum menampakkan warna politik baru. Partai Idaman yang digawangi oleh pedangdut senior juga sepertinya masih belum menampakkan warna baru dalam khasanah ideologi partai. Partai Berkarya sendiri bisa saja adalah bungkus baru dari sisipan politik partai sebelumnya,” ujar Ibrahim.

Dalam pengamatan Ibrahim sekarang ini, partai politik yang mencoba hadir  sepertinya belum mampu menawarkan sebuah visi yang sama sekali baru. Resikonya adalah pengulangan ideologi dengan kemasan yang berbeda. Oleh karena itu, tantangan terbesarnya adalah bagaimana partai politik baru mampu menciptakan perbedaan tajam sehingga publik disuguhi pilihan yang lebih menarik ketimbang yang normatif saja.

Normativitas ideologi kelak, lanjut Ibrahim, hanya akan melanggengkan dominasi partai gaek. Jika demikian, maka tantangannya kelak melekat pada pengurus yang terpilih untuk bisa menunjukkan kelas sebagi pemain baru dengan visi yang baru. Semoga publik bisa lebih menikmati Pemilu yang berwarna. (*/doi)

Penulis: Dody
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help