BangkaPos/
Home »

Lokal

» Bangka

Kades Hingga RT Razia TI Rajuk, di Obyek Wisata Air Panas Belinyu

Kami tegaskan, agar mereka (penambang atau pemilik TI), tidak mengulangi lagi beroperasi di lokasi itu, karena

Kades Hingga RT Razia TI Rajuk, di Obyek Wisata Air Panas Belinyu
Ist
Satu unit tambang inkonvensional (TI) rajuk yang beroperasi di lokasi obyek wisata air panas di Dusun Air Anget Desa Gunung Pelawan Kecamatan Belinyu, diamankan oleh Kades Gunung Pelawan, bersama Pengurus Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Kadus, RT, FKPM dan Bhabinkamtibmas desa setempat, Jumat (13/10). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riyadi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Satu unit tambang inkonvensional (TI) rajuk yang beroperasi di lokasi obyek wisata air panas di Dusun Air Anget Desa Gunung Pelawan Kecamatan Belinyu, diamankan oleh Kades Gunung Pelawan, bersama Pengurus Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Kadus, RT, FKPM dan Bhabinkamtibmas desa setempat, Jumat (13/10).

Kades Gunung Pelawan Tjhiung Kim mengungkapkan, TI rajuk tersebut, beroperasi tepat dipinggir kolam air panas.

"TI rajuk itu dikerjakan oleh warga dari daerah Belinyu, tapi mereka ada bossnya," ungkap Tjhiung Kim kepada bangkapos.com Jumat (13/10).

Karena beroperasi di dalam lingkungan obyek wisata, maka Kades bersama RT, Kadus, FKPM, Bhabinkamtibmas dan BPD Gunung Pelawan, langsung mengambil tindakan.

Satu unit TI rajuk tersebut langsung dibongkar dan mesinnya diamankan di Kantor Desa Gunung Pelawan.

"Kami tegaskan, agar mereka (penambang atau pemilik TI), tidak mengulangi lagi beroperasi di lokasi itu, karena lokasi air panas dan sekitarnya, kedepan akan dikelola untuk obyek wisata," jelas Tjhiung Kim.

Penertiban TI itu dilakukan, dengan tujuan untuk mengamankan obyek wisata Air Panas, agar tidak dirambah aktivitas penambangan.

Saat ini, kata Tjhiung Kim, akses jalan di sekitar lokasi Air Panas, kini juga sudah berlumpur.

"Jalan menjadi rusak, setidaknya juga karena dampak limbah penambangan," katanya.(*)

Penulis: riyadi
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help