BangkaPos/

Kisah Pilot Satu Kaki Andalan Hitler yang Hancurkan Lebih dari 400 Tank Sepanjang Kariernya

melaksanakan terbang tempur sebanyak 2.530 sorti dan berhasil menghancurkan satu kapal perang, satu penjelajah, satu perusak, 70 kapal

Kisah Pilot Satu Kaki Andalan Hitler yang Hancurkan Lebih dari 400 Tank Sepanjang Kariernya
Fast Aviaton Data
Pilot pembasmi tank andalan Nazi Hans-Urich Rudel 

Misi terbang tempur yang pertama kali dijalani Rudel pada 23 Juni 1941 ketika Nazi Jerman menggelar Operation Barbarossa untuk menguasai wilayah Soviet.

Sebagai pilot pesawat pembom tukik Stuka, Rudel mulai meunjukkan kemahirannya bermanuver sehingga menjadi pilot paling jempolan di skadronnya.

Ciri khas manuver terbang tukik Rudel adalah menukik vertikal begitu rendah ke sasarannya sehingga rawan oleh tembakan meriam antipesawat musuh.

Tapi berkat manuver ekstremnya itu, Rudel selalu berhasil menghantam tepat targetnya. Komandan Rudel, Kapten Ernst Siegfried Steen mempunyai komentar sendiri mengenai anak buahnya yang terlalu berani itu.

Baca: Tragis, Sedang Asyik Pamerkan Payudara Turis Ini Tewas Menggenaskan Disaksikan Teman-temannya

“Dia memang pilot paling hebat di skadron kami. Tapi cara bertempur seperti itu akan membuatnya berumur pendek,” sebuah komentar penuh kekaguman dan sekaligus kekhawatiran yang wajar.

Berkat keberanian bermanuver ekstrem itu dalam bulan pertama bertempur di atas ruang udara Soviet, Rudel bukannya mendapat celaka tapi malah mendapat penghargaan elit, Cross First Class. Mulai sajak itu, nama Rudel pun menjadi pamor di StG 2.

Prestasi tempur Rudel makin menghebat ketika pada 23 September 1941, pilot tempur yang dikenal tidak banyak bicara itu berhasil menjatuhkan bomnya tepat di bagian dek kapal perang Soviet, Marat, yang sedang berlayar di Teluk Finlandia.

Kapal perang Marat yang sedang menuju Kronstadt Harbour guna memecahkan kepungan pasukan Nazi Jerman di Leningrad itu gagal melaksanakan missinya akibat gempuran bom seberat 1.000 kg yang dijatuhkan Rudel sehingga mengalami rusak parah.

Kapal perang Marat kemudian dihela menuju Kronstadt Harbour untuk diperbaiki.

Halaman
1234
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help