BangkaPos/
Home »

Lokal

» Bangka

Merajut Asa Menggapai Impian dengan Budidaya Kepiting Bakau

Ujicoba budidaya dimulai sekitar 2 bulan yang lalu dimana bibit kepiting bakau dan ikan bandeng serta sarana budidaya lainnya diadakan LPPM UBB

Merajut Asa Menggapai Impian dengan Budidaya Kepiting Bakau
bangkapos.com/Edwardi
Kepiting bakau bertelur 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Edwardi

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Bangka Belitung (UBB) bekerjasama dengan Dinas Perikanan Kabupaten Bangka memulai usaha budidaya kepiting bakau (remangok/lohai) sistem polikultur dengan ikan bandeng di kolam Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Perpat Permai (anggota UPP Perikanan Budidaya Kab. Bangka) di Kelurahan Air Jukung Kecamatan Belinyu.

Ujicoba budidaya dimulai sekitar 2 bulan yang lalu dimana bibit kepiting bakau dan ikan bandeng serta sarana budidaya lainnya diadakan LPPM UBB.

Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Kabupaten Bangka, Tri Rachmawati mengatakan dari pembinaan selama hampir 2 bulan sejak penebaran bibit, ternyata hasil yang dicapai saat ini cukup mengembirakan.

Sirpandi, Ketua Pokdakan Perpat Permai menunjukkan kepeting bakau betina yang sudah mulai bertelur.
Sirpandi, Ketua Pokdakan Perpat Permai menunjukkan kepeting bakau betina yang sudah mulai bertelur. (bangkapos.com/Edwardi)

“ Melihat keadaan lapangan ternyata pertumbuhan kepiting bakau cukup cepat, dimana dari bibit sekitar 1 ons setelah dipelihara sekitar 2 bulan sudah mencapai berat rata-rata 3-4 ons, hal ini didukung dengan kesesuaian lahan budidaya yang masih asri, sesuai atau cocok dengan habitat kepiting bakau,” kata Tri kepada Bangkapos.com, Jumat (13/10/2017).

Ditambahkannya, selain itu yang paling penting adalah antusias dukungan masyarakat pembudidayanya yang besar, dimana mereka menyadari potensi lokal lingkungannya bisa dikembangkan menjadi lokasi budidaya perikanan.

“Memang permasalahan saat ini masih terbatasnya kesediaan benih kepiting karena masih mengandalkan tangkapan dari alam,” jelasnya.

Dari hasil pengecekan pertumbuhan kepiting juga ditemukan beberapa kepiting betina yang sudah bertelur. Hal ini menarik tim LPPM-UBB untuk melakukan ujicoba pembenihan secara alami di sekitar rimbunan bakau yang masih terjaga di lokasi terpisah dari petakan pembesaran kepiting.

Sementara Sirpandi, Ketua Pokdakan Perpat Permai mengucapkan terima kasih kepada LPPM UBB dan Dinas Perikanan yang telah membantu merintis usaha budidaya kepiting bakau ini.

“Kami berharap usaha bisa terus berkembang dan maju sehingga bisa menambah penghasilan keluarga ke depannya, juga bisa menjadi sumber mata pencaharian masyarakat,” kata Sirpandi.

Ditambahkan Tri Rachmawati, pihaknya sangat mendukung keinginan dan harapan masyarakat tersebut.

Ke depan selain sebagai lokasi budidaya kepiting juga bisa dikembangkan sebagai lokasi wisata hutan bakau dengan menambahkan rumah makan dengan sajian menu khas masakan kepiting bakau, olahan segar minuman buah perpat (bakau).

“Impian kita bersama ingin termotivasi seperti keberadaan Kampung Kepiting di Tuban Bali untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, tempat wisata serta pelestarian hutan bakau,” ungkapnya.

Penulis: edwardi
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help