BangkaPos/
Home »

Lokal

» Bangka

PLN Bersama LSM Gempa Tanam 10.000 Bibit Mangrove di Lintas Timur

Penanaman bibit mangrove ini juga melibatkan para pelajar dan mahasiswa

PLN Bersama LSM Gempa Tanam 10.000 Bibit Mangrove di Lintas Timur
(nurhayati/bangkapos.com)
Manajer Bidang PT PLN Wilayah Babel Zulfar didampingi Ketua LSM Gempa Kabupaten Bangka David Sultan menyerahkan bantuan sembako kepada warga saat penanaman 10.000 bibit magrove, Jumat (13/10/2017) di Lintas Timur 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--PT PLN Wilayah Bangka Belitung melalui Program PLN Peduli bersama LSM Gerakan Masyarakat Peduli Alam dan Lingkungan (Gempa) Kabupaten Bangka kembali melakukan penanaman 10.000 magrove, Jumat (13/10/2017) di Pesisir Lintas Timur.

Penanaman bibit mangrove ini juga melibatkan para pelajar dan mahasiswa dari SMPN 2 Merawang, SMP Muhammadiyah, SMAN 1 Sungailiat, BEM Universitas Bangka Belitung, Kompas UBB, BEM Stisipol, Polhut Babel, BPDAS Cerucuk Baturusa serta masyarakat Merawang.

Pada kesempatan ini juga pihak PT PLN menyerahkan bantuan dua unit kendaraan bermotor untuk sampah kepada warga Desa Air Anyir yang diserahkan Manajer Bidang PT PLN Wilayah Zulfar kepada Kades Air Anyir.

Selain itu juga dilakukan pembagian sembako bagi masyarakat Baturusa, Riding Panjang dan Air Anyir.

Ketua Panitia Penanaman 10.000 Bibit Magrove yang juga menjabat Ketua LSM Gempa Kabupaten Bangka David Sultan mengatakan, gerakan penghijauan bersama PT PLN Wilayah Babel ini sudah tahun ketiga.

Ia berharap kegiatan ini bisa terus dilaksanakan setiap tahun agar bisa melestarikan dan menghijaukan lingkungan.

"Kegiatan penghijauan ini akan kita lakukan terus hingga beberapa bulan ke depan karena tidak mungkin 10.000 bibit magrove ini kita lakukan dalam sehari atau seminggu," kata David.

Diakuinya selama tiga tahun LSM Gempa Kabupaten Bangka bersama PT PLN melakukan penghijauan sudah melakukan di beberapa titik yakni di DAS Baturusa, dan Lintas Timur.

"Namun sayang saya cek DAS Baturusa yang kita tanam bersama Polhut sudah habis semua karena ada aktivitas TI apung. Kemudian di Lintas Timur kita tanam empat kilometer itu sudah habis. Baru sebulan kita tanam dibersihkan oleh Bina Marga Provinsi. Saya sudah melaporkan masalah ini kepada Satgas Pungli dan Pak Gubernur sebenarnya. Saya juga sudah menyurati Bina Marga supaya sama-sama menjaga. Jangan sampai nanti kami di sebut hanya bisa menghijau tidak bisa menjaga," sesal David.

Halaman
12
Penulis: nurhayati
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help