VIDEO: Istri Bupati OKU Selatan Borong Kain Cual

persatuan dharma wanita Ogan Komering Ulu Selatan (OKU Selatan) Provinsi Sumatera Selatan bertandang ke Galeri Batik Destiani

Laporan Wartawan Bangka Pos, Ardhina Trisila Sakti

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Sebanyak empat puluh orang dari persatuan dharma wanita Ogan Komering Ulu Selatan (OKU Selatan) Provinsi Sumatera Selatan, Jumat (13/10) bertandang ke Galeri Batik Destiani guna mengenal dan berbelanja pakaian khas Bangka Belitung yang dikenal dengan kain cual.

Dharma wanita persatuan OKU Selatan yang mengenakan seragam orange muda ini diketahui mengunjungi Kota Pangkalpinang untuk studi banding. Galeri Batik Destiani pun menjadi tujuan perdana mereka dari rundown acara selama satu hari.

Kedatangan kelompok Dharma wanita OKU Selatan diketuai oleh penasehat Dharma Wanita OKU Selatan sekaligus istri Bupati Oku Selatan, Isyiana Lonitasari Popo yang datang mengenakan atasan batik wayang.

Kedatangan Dharma wanita OKU Selatan langsung disambut pemilik Galeri Batik Destiani, C. Kristiatmini yang memberikan sekilas pengetahuan mengenai ragam jenis motif kain cual yang didominasi dari kekayaan flaura dan founa Bangka Belitung.

"Kain tenun cual merupakan kain adat Muntok yang berarti celupan awal. Beberapa motif yang familiar dari Galeri Batik Destiani merupakan motif lebah dan ketunyut dalam bentuk printing, tulis dan tenun," jelas C. Kristiatmini yang memperagakan berbagai motif kain cual sembari menjamu persatuan Dharma wanita OKU Selatan dengan otak-otak dan lakso yang menjadi sajian makanan khas daerah Pulau Bangka.

Kepada Bangka Pos, Penasehat dharma wanita sekaligus istri Bupati OKU Selatan, Isyiana Lonitasari Popo membeberkan ini menjadi pengalaman pertamanya bertandang ke galeri batik yang menjual kain cual dalam konsep modern.

Wanita yang terakhir mengunjungi Pulau Bangka pada 2004 ini mengaku kagum dengan kain cual khas Bangka Belitung sehingga tak ingin melewatkan kesempatan memborong kain cual.

"Luar biasa, kain-kainnya unik. Kalau kain songket (khas Palembang) lebih banyak corak dan bentuknya namun kalau kain cual ini motifnya kurang lebih sama tapi menawarkan warna yang lebih banyak," terang istri Bupati OKU Selatan.

Ia pun tak sungkan menunjukkan belanjaannya di Galeri Batik Destiani yang terdiri dari tiga kain diantaranya jenis sutera dan kain tenun cual produksi alat tenun bukan mesin (ATBM) serta satu setel pakaian batik.

Enggan menyebutkan total belanjanya secara gamblang, bagi Isyiana Lonitasari Popo membeli pakaian yang harganya lebih murah memiliki kelebihan tersendiri karena dapat membeli pakaian dalam jumlah banyak.

"Iya saya kalau berkunjung ke satu daerah minimal wajib pasti beli kain khas. Gak ada budget khusus karena beli pakaian tu gak harus mahal. Pakaian yang harganya lebih murah kadang punya corak lebih bagus dan fashionable jadi tergantung cocok dan nyaman dipakai saja. Selain itu kalau harganya murah bisa beli banyak karena perempuan kan 2-3 kali pakai sudah bosan, jadi beli banyak murah meriah buat ganti-ganti" bebernya.

Galeri Batik Destiani memang menjual banyak ragam kain cual serta memiliki keunggulan tersendiri. Diketahui tahun lalu, galeri batik ini meluncurkan kreasi tenun cual produksi alat tenun bukan mesin (ATBM) yang diusung menjadi satu-satunya yang ada di Bangka Belitung.

Jenis kain cual ini menggunakan kain sutera yang telah memiliki tekstur cual. Motif cual pun ditonjolkan dengan sulam handmade (buatan tangan) yang memakan pengerjaan waktu cukup lama dan memerlukan ketelitian.

Satu setel tenun cual produksi alat tenun bukan mesin (ATBM) berukuran 270cm x 110 cm ini terdiri dari satu set berisi selendang dan bahan kemeja cual ATBM yang dijual seharga Rp.5 juta.

Penulis: Ardhina Trisila Sakti
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved