Anak Miliarder Ini Bayar 134 Juta untuk Wanita yang Mau Lahirkan Bayinya

Anak miliarder Jepang Mitsutoki Shigeta menghebohkan pemerintahan Thailand, karena ulahnya sebagai penghasil bayi.

Anak Miliarder Ini Bayar 134 Juta untuk Wanita yang Mau Lahirkan Bayinya
malaysiandigest
Mitsutoki Shigeta 

BANGKAPOS.COM - Anak miliarder Jepang Mitsutoki Shigeta menghebohkan pemerintahan Thailand, karena ulahnya sebagai penghasil bayi.

Shigeta diketahui berani membayar 10 wanita Thailand Rp 134 juta untuk setiap bayi yang dilahirkan.

Hingga berita ini diturunkan, Shigeta telah menjadi ayah dari 16 anak yang dilahirkan dari banyak wanita di Thailand.

//

Berdasarkan data pihak kepolisian, ia menjadi ayah bagi 10 hingga 15 anak setiap tahunnya.

Pihak berwenang kemudian menggerebek kediamannya di Bangkok dan menemukan sembilan bayi dengan sembilan pengasuh.

//

Berdasarkan data, Shigeta menjadi ayah biologis dari sembilan bayi tersebut.

Menyedihkan lagi, bayi-bayi tersebut ditempatkan di ruangan tanpa perabotan.

Hanya terlihat botol bayi, kursi goyang, popok, dan mainan seperti dilansir malaysiandigest.

Pihak interpol mensinyalir adanya 'pabrik bayi' yang diciptakan oleh anak miliarder Jepang tersebut.

"Saya belum pernah melihat kasus seperti ini", kata Direktur Interpol Thailand, Mayor Jenderal Apichart Suribunya, kepada Guardian.

Shigeta dituduh melakukan perdagangan manusia dan eksploitasi anak.

Namun polisi mengungkapkan belum menemukan cukup bukti.

Menurut data Associated Press (AP), Shigeta telah melakukan perjalanan ke Thailand selama 41 kali sejak 2010 lalu.

Ia juga telah melakukan perjalanan ke Kamboja dan diyakini telah membeli empat bayi.

Pemilik klinik kesuburan mengaku Shigeta telah menyewa dua ibu pengganti.

"Begitu mereka hamil, dia malah meminta wanita lagi. Dia menginginkan 10 sampai 15 bayi setiap tahun.

Dia bahkan mengaku akan terus membuat bayi sampai ia meninggal".

Lucunya, anak milioner ini mengatakan kepada keluarganya, tujuannya membuat banyak bayi adalah untuk memenangkan pemungutan suara.

"Hal yang terbaik yang bisa saya lakukan di dunia ini adalah meninggalkan banyak anak", lontarnya ditirukan manajer klinik.

Setelah kasus diumumkan, pria Jepang ini langsung meninggalkan Thailand dan menyewa pengacara.

"Dia tidak melakukan perbuatan ilegal," ujar pengacara yang mewakili. (*)

(banjarmasinpost.co.di/restudia)

Editor: teddymalaka
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved