Yuslih Ihza Resmikan Patung Dewi Kwan Im di Kelenteng Tertua di Pulau Belitung

Kelenteng Dewi Kwan Im adalah kelenteng tertua dan terbesar di Pulau Belitung yang menjadi saksi perkembangan agama Konghucu

Yuslih Ihza Resmikan Patung Dewi Kwan Im di Kelenteng Tertua di Pulau Belitung
POSBELITUNG/DEDY QURNIAWAN
Bupati Beltim Yuslih Ihza, jajaran Forkompimda Beltim, dan jajaran Yayasan Kelenteng Dewi Kwan Im berfoto bersama usai peresmian, Minggu (15/10/2017). 

 Laporan Wartawan Pos Belitung, Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM, BELITUNG TIMUR-  Patung Dewi Kwan Im di kawasan Kelenteng Dewi Kwan Im,  Jalan Pantai Wisata Burung Mandi, Desa Burung Mandi, Kecamatan Damar, Belitung Timur (Beltim) diresmikan, Minggu (15/10/2017).

Patung setinggi 12 meter berwarna abu-abu yang menjulang berdiri tegak di titik paling puncak kawasan kelenteng Dewi Kwan Im itu diresmikan usai rampung dibangun sekitar dua tahun.

Bupati Beltim Yuslih Ihza hadir menandatangani prasasti dan menggunting pita sebagai tanda peresmian patung yang khusus didatangkan dari Tiongkok itu.

Perwakilan Kelenteng Dewi Kwan Im, Harjanto Johannes (Asin) bercerita soal sejarah kelenteng Dewi Kwan Im yang berawal dari bermukimnya warga etnis Tionghoa yang bekerja sebagai penambang (dikenal dengan sebutan Cina Kuncit) dan nelayan di kawasan Pantai Burong Mandi.

Mereka hidup berdampingan dengan warga lokal dan etnis lainnya dengan rukun dan damai.

"Untuk menjalankan ibadah, mereka berinisiatif membangun sebuah tempat ibadah yang dibangun sedikit demi sedikit dari generasi ke generasi sampai akhirnya menjadi seperti sekarang ini," kata Asin.

Lelaki yang juga Anggota DPRD Beltim itu menyatakan masyarakat Burung Mandi sejak dulu dikenal memiliki toleransi yang sangat tinggi.

Hal ini dapat dirasakan hingga saat ini. 

"Ini dapat dilihat dari kehidupan di kelenteng ini, ada beberapa warga yang beragama Islam telah sekian lama ikut membantu dan bekerja di kelenteng ini. Begitu pula dalam sisi kehidupan lainnya, kami rasakan tampak sangat kompak dan saling membaur satu sama lain. Semoga hal ini akan menjadi modal bagi kemajuan aspek pariwisata di Desa Burung Mandi," katanya.

Halaman
12
Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Iwan Satriawan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help