Pemerintah Idealnya Ambil Kebijakan Soal TI Apung DAS Perimping

Sebenarnya semua dirugikan dan jadi korban TI apung di Perimping, tapi mereka yang tidak pernah di sungai tidak pernah merasa rugi

Pemerintah Idealnya Ambil Kebijakan Soal TI Apung DAS Perimping
bangkapos/riyadi
Aktivitas TI Tower di DAS Perimping, Rabu (11/10/2017). Kondisi itu ditemukan oleh Lembaga Kelautan Perikanan Indonesia (LKPI) Bangka saat memantau DAS Perimping, minggu lalu 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riyadi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Perwakilan Nelayan DAS Perimping Maryo mengatakan, sebenarnya pemerintah harus mengambil kebijakan secara tegas terkait kondisi DAS Perimping dan nasib nelayannya.

Maryo mengatakan, kekayaan DAS Perimping selama ini hanya dinikmati oleh kepentingan pribadi, tapi yang jadi korban jauh lebih besar, sungai dan bakau hancur.

"Sebenarnya semua dirugikan dan jadi korban TI apung di Perimping, tapi mereka yang tidak pernah di sungai tidak pernah merasa rugi, pura-pura tidak tahu, sehingga nelayan disuruh menangkap TI apung, dalam masalah TI apung Perimping yang paling merasakan adalah nelayan, keluarga, anak istri nelayan, kalau yang nggak pernah turun ke sungai, biasa-biasa saja, pura-pura tidak tahu dengan apa yang terjadi di Perimping selama ini," ungkap Maryo kepada bangkapos.com Minggu (15/10).

Pekan lalu, nelayan DAS Perimping, baik yang dari Bangka Barat maupun Bangka bertemu dengan Gubernur Provinsi Babel.

Nelayan berkeluh kesah dengan nada emosi saat mengungkapkan nasibnya yang selama ini tidak pernah diperhatikan dan dilindungi.

"Saat bertemu dengan Gubernur, kami banyak bicara dengan nada emosi, karena masalah Perimping menjadi masalah berkepenjangan dan tidak ada penyelesaian, sehingga kami-kami yang menjadi korban paling pertama akibat TI apung Perimping," tandas Maryo.

Direktur Lembaga Kelautan Perikanan Indonesia (LKPI) Bangka Hanif juga mendampingi nelayan dua daerah itu, ketika mereka bertemu Gubernur di Kantor Pemprov Babel.
Hanif mengatakan hal sama.

"Dia (Gubernur) bilang, kalau ada TI apung mengganggu tangkapan nelayan, disuruh menangkap para penambang, kemudian telpon dia, saya kurang paham apakah nanti gubernur yang datang sendiri atau dia suruh polisi yang datang," ungkap Hanif.

Dikatakan Hanif, setiap kali berbicara persoalan yang kaitannya dengan DAS Perimping, nelayan berbicara dengan nada emosi.

Penulis: riyadi
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved