Inilah 6 Ritual Pengusiran Setan, Ada yang Korbankan Gadis Muda

Saking percayanya, mereka lebih suka datang ke dukun ketimbang rumah sakit saat terkena wabah.

Inilah 6 Ritual Pengusiran Setan, Ada yang Korbankan Gadis Muda
thecleverimages.com
Tradisi pengusiran setan 

BANGKAPOS.COM -- Berbeda dibanding negara lainnya, penduduk Ethiopia masih percaya akan keberadaan sihir.

Bahkan dalam survei pekerjaan terbanyak yang ada di negara itu, daftar tertingginya adalah tukang sihir.

Saking percayanya, mereka lebih suka datang ke dukun ketimbang rumah sakit saat terkena wabah.

//

Satu ritual sihir yang sampai sekarang masih digunakan adalah pengusiran setan.

Ritual ini dilakukan setiap tahunnya.

//

Mereka percaya jika ritual pengusiran ini dapat menjauhkan mereka dari penyakit dan bencana.

Bisnis pengusiran arwah ini tergolong serius.

Sebab mereka membutuhkan sumbangan mahal untuk membuat dukun atau Qalicha mau melakukan ritual pengusiran setan.

Selain menghilangkan bencana, penduduk Ethiopia melakukannya agar tidak dikucilkan dari keluarga.

Dilansir TribunTravel.com dari laman theclever.com berikut 6 potret ritual pengusiran arwah.

1. Memaksa setan keluar

(thecleverimages.com)

Ketika air suci, nyanyian, dan doa tidak cukup kuat untuk memaksa setan meninggalkan tubuh seseorang, dukun akan menggunakan cara fisik.

Mereka biasanya akan memegang mulut orang yang kerasukan agar terbuka lebar dan menuntut setan agar keluar.

Dikatakan ketika setan ada dalam tubuh orang tersebut, asap hitam akan keluar dari mulut mereka.

2. Pengusiran setan di pemakaman

(thecleverimages.com)

Ketika orang penting meninggal, anggota keluarga mereka dan masyarakat di mana mereka tinggal, berkumpul untuk mengadakan nyala lilin.

Mereka berkabung untuk orang yang meninggal selama tiga hari.

Drum dan teriakan digunakan untuk mengusir semua roh jahat yang mencoba untuk menangkap jiwa yang baru meninggal.

Anggota keluarga akan menangis keras memanggil nama orang yang meninggal.

Mereka memukul kepala dan dada mereka sendiri.

Kerabat wanita biasanya akan merobek rambut, menggaruk wajah mereka, dan melemparkan diri ke tanah.

Para pria terus melantunkan nyanyian tanpa henti selama 3 hari.

3. Suku Mursi

(thecleverimages.com)

Wanita di foto ini adalah suku Mursi dari Ethiopia.

Mereka berlatih ritual “kecantikan” dimana menembus bibir bawah dan memasukkan pasak di dalamnya.

Seiring waktu, mereka terus memasukkan pasak sedikit lebih besar sampai mereka dapat meregang pembukaan bibir bawah untuk menampung piring.

Teknik yang sama digunakan untuk meregangkan daun telinga.

Tidak ada yang tahu bagaimana tradisi ini dimulai.

Namun telah diturunkan dari generasi ke generasi, dan para wanita dari suku Mursi tidak mempertanyakan validitasnya.

Praktek ini didorong oleh orang-orang Mursi, yang memang tidak menemukan tampilan tertentu, bibir dan daun telinga piring dianggap sangat menarik.

Tujuannya selain membuat mereka terlihat cantik, juga menghilangkan diri dari pengaruh sihir.

4. Melepas kutukan dari mata jahat

(thecleverimages.com)

Foto ini menunjukkan bagian dari ritual tradisional Ethiopia untuk menghapus kutukan dari mata jahat.

Ritual pembersihan diri ini harus dilakukan semua anak muda di Ethiopia.

Jika tidak, para orang tua lebih baik membunuh anaknya daripada terkena kutukan.

5. Scarification

(thecleverimages.com)

Cara untuk menghindari pengaruh sihir yakni dengan melakukan Scarification.

Biasanya dilakukan oleh suku Mursi dan suku Surma di Ethiopia.

Scarification merupakan teknik meninggalkan pola permanen dengan jaringan parut kulit.

Biasanya dilakukan oleh gadis muda.

Pola-pola bekas luka di kulit dianggap indah serta menawarkan perlindungan dari roh-roh jahat.

Orang tua dari suku-suku ini berpikir kulit polos pada seorang gadis muda itu jelek.

6. Ritual luar ruangan

(thecleverimages.com)

Dalam foto ini, kita melihat seorang wanita yang perlu dikendalikan oleh tiga orang ketika ritual pengusiran setan dilakukan.

Mereka yang kerasukan diklaim memiliki kekuatan tak terbatas, sehingga perlu beberapa orang untuk menahannya.

Ritual dilakukan dengan pembacaan nyanyian, kitab dan penyiraman air suci. (TribunTravel.com/Ambar Purwaningrum)

Editor: fitriadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved