Mengimbangi Deradikalisasi, Gerakan Pemuda Anshor Gelar Seminar

Gerakan Pemuda Ansor Bangka Belitung mengelar seminar Deradikalisasi. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Cordela Pangkalpinang

Mengimbangi Deradikalisasi, Gerakan Pemuda Anshor Gelar Seminar
bangkapos.com/Agus Nuryadhyn
Peserta dari berbagai elemen mengikuti kegiatan seminar deradikalisasi yang digelr PW GP Ansor Babel 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Agus Nuryadhyn

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Gerakan Pemuda Ansor Bangka Belitung mengelar seminar Deradikalisasi.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Cordela Pangkalpinang, selasa (17/10/2017) menghadirkan pembicara Guru Besar Teologi UIN SGD Bandung Prof DR H Afif Muhammad MA, Ketua Umum PP GPA, H Yaqut Cholil Qoumas dan Ketua MUI Babel DR Zayadi.

Kegiatan seminar mengangkat tema Radikalisme,Patologi Sosial atau "Politisasi Agama", dihadiri Kepala Kesbangpol Babel Tarmin, Wakapolda Babel Kombes Tantan, Anggota Komisi 1 DPR RI Rudianto Tjen serta DPD RI Bahar Buasan serta perwakilan ormas, kepemudaan, akademisi, birokrasi serta Badan Eksekutif Mahasiswa dan perwakilan Kader GP Ansor se Babel.

Ketua PW GPA Babel Masmuni menjelaskan, digelarnya seminar Deardikaliasi untuk memberikan pandangan terhadap anak-anak muda terutama umat Islam lebih menguatkan nilai-nilai kebangsaan dan kewarganegaraan.

Harapan Masmuni agar pemerintah untuk menyampaikan informasi pentingnya untuk mengimbangi radikalisasi agama.

."Dengan adanya seminar deradikalisasi untuk meminimalisir pertumbuhan radikalisasi di Babel," ujarnya.

Anggota DPR RI dapil Bangka Belitung Rudianto Tjen mengatakan sebagai anak bangsa jangan mau diadu domba, jangan ribut dan jangan perang sesama anak bangsa.

Menurut Rudianto, bahwa negara yang sudah mengalami peperangan antar saudara tidak pernah baik.

"Perang saudara itu tidak baik, akan berdampak ekonomi hancur dan membuat politik menjadi tidak stabil, kemanan tidak terjamin dan negara akan mengalami kemerosotan," ungkap Rudianto.

Dimana kata Rudianto, pengalaman perang antar saudara di negara-negara tidak pernah membuktikan mereka lebih baik.

"Mari kita bersatu padu dalam membangun bangsa Indonesia lebih baik. Karena kita adalah Indonesia," jelasnya.

Penulis: agusrya
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved