BangkaPos/

Berkat Pria Ini Israel Bisa Miliki Pesawat Tempur Terkuat di Dunia, Tapi Nasibnya Berakhir Tragis

Seorang laki-laki dengan potongan rambut pendek adalah mata-mata yang paling berhasil dalam dua dasawarsa terakhir

Berkat Pria Ini Israel Bisa Miliki Pesawat Tempur Terkuat di Dunia, Tapi Nasibnya Berakhir Tragis
topelement
Alfred Frauenknecht 

Tetapi bagaimanapun juga saya senang berkenalan dengan pengelola perpustakaan yang ramah itu.

Hari Seninnya, segera sesudah makan pagi, Direktur penjara Schoenherr, muncul. Ia menawarkan apakah saya mau menjadi wakil pengelola perpustakaan. Yang menyarankannya adalah Alfred Frauenknecht.

Baca: Pilih Pensiun Dari Dunia Esek-esek, Ini yang Dilakukan Para Mantan Bintang Bokep

Saya mendengar, bahwa Alfred Frauenknecht segera harus meletakkan jabatannya karena perkaranya akan disidangkan dalam waktu sebulan. Jika saya mau, saya dapat menggantikannya.

Tentu saja saya mau. Pada hari berikutnya, jam 8 pagi, saya mulai. Frauenknecht telah menyediakan kopi panas dan kue-kue. Entah bagaimana, ia selalu berhasil untuk menyediakan kopi dan kue.

Ia juga penghuni tahanan Swis pertama, yang diperbolehkan meletakkan sebuah pesawat tv di selnya. Ia sampai ke Mahkamah Agung untuk mengajukan permintaannya dan akhirnya diperbolehkan. Memang hebat. Yang ikut beruntung kini adalah saya.

Frauenknecht agaknya seorang laki-laki luar biasa. Ia telah ditahan karena mengkhianati bangsa, akan tetapi mau iuga memperjuangkan sesuatu yang kecil seperti pesawat tv.

Ia memperlihatkan apa yang harus saya kerjakan di perpustakaan. Ia kemudian bertanya: "Tahukah engkau bahwa perkara saya akan disidangkan dalam empat minggu ini?"

"Ya, semoga engkau berhasil".
"Tidak akan ada keberhasilan! Mereka akan menjatuhkan hukuman sepuluh tahun."

"Siapa yang mengatakannya?"
"Jaksa".
Jika di Swis seorang Jaksa Penuntut Umum meminta sepuluh tahun, maka yang dituduh akan mendapat sepuluh tahun. Saya sudah mengetahui hal itu, begitu pula Frauenknecht.

Halaman
1234
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help