Sri Srihartati, Kadis Beltim Jadi Pembicara Soal Tambang di Genewa Swiss

Ada 21 perwakilan negara lain yang berbicara dan berbagi pengalaman soal tambang mineral

Sri Srihartati, Kadis Beltim Jadi Pembicara Soal Tambang di Genewa Swiss
(DOK PRIBADI Yeni Srihartati/POS BELITUNG)
Yeni Srihartati (paling kanan) dalam IGF di Genewa, Swiss. 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM, BELITUNG TIMUR- Yeni Srihartati, Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Belitung Timur diundang menjadi pembicara pada forum internasional terkait tambang, Intergovernmental Forum (IGF) on Mining, Minerals, Metals and Sustainable Develpoment, Senin-Jumat (16-20/2017) di Genewa, Swiss.

Dia satu-satunya wakil Indonesia pada forum yang diselenggarakan oleh Annual General Meeting ke-13 dengan tema pembasan soal tambang rakyat dan tambang skala kecil tersebut.

Yeni Srihartati
Yeni Srihartati (paling kanan) dalam IGF di Genewa, Swiss.

Setidaknya ada 21 perwakilan negara lain yang berbicara dan berbagi pengalaman soal tambang mineral. Negara-negara lain tersebut meliputi Kamerun, Kanada, Denmark, Belanda, Fiji, Jerman, Republik Dominika, Ekuador, Ghana, Guyana, Kenya, Madagaskar, Mongolia, Mali, Belanda, Peru, Papua New Genunea, Ruwanda, Senegal, Sierra Leone, dan Suriname.

"Sebenarnya tidak mewakili Indonesia juga sih, karena Indonesia belum masuk secara resmi jadi anggota IGF. Ini diminta secara pribadi melalui BGR Jerman untuk sharing pengalaman Beltim dalam mengelola WPR (Wilayah Pertambangan Rakyat)," ujar Yeni dihubungi Pos Belitung melalui aplikasi berbagi pesan Whats App, Rabu (18/10/2017).

Yeni menjelaskan, sebelumnya Beltim memang sempat menjalin hubungan dengan BGR Jerman. Pada 2014, saat kewenangan pertambangan masih berada di ranah kabupaten, Jerman pernah menawarkan kerja sama Pilit Project rehabilityasi lahan (reklamasi) di lokasi-lokasi eks tambang.

Tim mereka, Yeni melanjutkan, telah beberapa kali menyurvei lokasi di wilayah-wilayah tambang di Beltim.

"Tapi karena kewenangan tambang sudah di provinsi, kemudian provinsi dalam prosesnya bekerja sama dengan PT Timah menyediakan lokasi lain untuk pilot project itu (Pilot Cooperation Exchange) di Aik Kundur, Desa Bukit Layang, Kabupaten Bangka. Perwakilannya saat itu,Philip Schutte bertemu Gubernur Erzaldi," ujar Yeni.

Berdasarkan laman enb.iisd.org, 13th. AGM of IDF di Genewa itu membahas soal tantangan pengelolaan tambang dan mencari saran teknis dalam mengatasi
dampak-dampak negatif tambang. Pertemuan membahas soal tambang rakyat dan tambang dalam skala kecil.

Dalam laman tersebut, Presiden Internasional Institute for Sustainable Develovment (IISD) Scoott Vaughan, mencatat sejumlah tantangan dalam mengatur pertambangan rakyat dan tambang skala kecil (ASM) dengan 40 juta pekerja di sektor ini, dibandingkan dengan tujuh juta pekerjaan di insdustri pertambangan skala besar.

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help