Terkena Musibah Nelayan Bangka Bisa Langsung Klaim Santunan Asuransi

Orangtua kami, Almarhum Mustar merupakan peserta asuransi nelayan. Rupanya saat orangtua kami meninggal, kami berhak

Terkena Musibah Nelayan Bangka Bisa Langsung Klaim Santunan Asuransi
Bangkapos/Fery Laskary
Ketua HNSI Bangka, Ridwan saat membantu mengurus klaim asuransi di kediaman Almarhum Mustar. Tampak Ridwan dan Adam, anak Almarhum Mustar di Lingkungan Nelayan I Sungailiat Bangka. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Kehidupan nelayan semakin terbantu sejak Kementrian Perikanan dan Kelautan RI mengucurkan program asuransi nelayan di negeri ini.

Program tersebut juga dirasakan oleh nelayan lokal di Kabupaten Bangka. Keuntungannya, ketika terjadi kecelakaan, mereka dibantu biaya perobatan.

Bahkan ketika meninggal dunia, keluarga nelayan dapat mengklaim santunan melalui asuransi ini.

Seperti yang dirasakan oleh Adam, keluarga nelayan di Lingkungan Nelayan I Sungailiat Bangka.
Orangtua Adam (35), bernama Mustar (61) merupakan satu dari sekian nelayan senior di daerah ini.

Mustar menderita sakit, lalu meninggal dunia, 4 Oktober 2017 lalu di Lingkungan Nelayan I Sungaiiat. Almarhum Mustar mendapat santunan asuransii setelah meninggal, yang bakal diterima oleh Adam dan saudaranya.

"Orangtua kami, Almarhum Mustar merupakan peserta asuransi nelayan. Rupanya saat orangtua kami meninggal, kami berhak mendapat santunan. Kami ucapkan terimakasih kepada Ketua HNSI Bangka, Ridwan yang sudah membantu mengurus klaim asuransi ini," kata Adam, Rabu (18/10/2017).

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Bangka, Ridwan kepada Bangka Pos Group, Rabu (18/10/2017) menyebut, asuransi ini merupakan bentuk dari perhatian pada nelayan.

Apalagi Mustar merupakan satu dari sekian nelayan senior di Sungailiat.

"Karena saya dulunya juga berprofesi sebagai nelayan, maka saya merasa terpanggil untuk membantu nelayan, dalam hal mengurus klaim asuransinya. Untuk Kabupaten Bangka, tercatat hampir sekitar 2.000 nelayan yang ikut sebagai peserta asuransi ini, termasuk Almarhum Mustar," katanya.

Diakui Ridwan, saat ini kondisi kalangan nelayan lebih baik dibanding sebelumnya. Berbagai program bantuan telah digulirkan pemerintah, termasuk program asuransi nelayan yang digulirkan Kementrian Kelautan dan Perikanan RI.

"Padahal kalau saya dulu menjadi nelayan tidak ada program seperti ini, dan tidak ada yang mau membantu atau mendampingi," kenang Ridwan.
.
Ridwan memuji program Menteri Susi Pudjiastuti, terkait program yang dimaksud. Dia mengimbau, agar nelayan yang belum mendaftarkan diri sebagai peserta asuransi, segera mengurus kelengkapan atau persyaratannya.

"Asuransi nelayaan ini banyak manfaatnya, dan sangat membantu meringankan keluarga nelayan yang kena musibah, baik kecelakaan kecil, berat bahkan meninggal dunia. Korban dapat mengklaim bantuan melalui asuransi ini," katanya.

Ridwan mengimbau, kepada seluruh nelayan se Kabupaten Bangka yang belum memiliki kartu asuransi nelayan agar segera mendaftarkan di Dinas Perikanan Kkabupaten Bangka. "Dan kami dari HNSI Bangka, siap mendampingi rekan-rekan nelayan dalam pengurusan," katanya.(*)

Penulis: ferylaskari
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved