Eko Wijaya: DPR Punya Kewajiban Awasi Pertambangan di Babel

Eko Wijaya mengatakan persoalan pertambangan di Indonesia merupakan persoalan yang harus dipikirkan bersama sekaligus melakukan penataan.

Eko Wijaya: DPR Punya Kewajiban Awasi Pertambangan di Babel
Bangka Pos
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral bersama Komisi VII DPR RI menggelar kegiatan Pembinaan dan Pengawasan Terpadu kepada Izin Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara berlangsung di Ballroom Novotel Bangka, Rabu (18/10). 

PANGKALPINANG, BANGKA POS - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral bersama Komisi VII DPR RI menggelar kegiatan Pembinaan dan Pengawasan Terpadu kepada Izin Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara berlangsung di Ballroom Novotel Bangka, Rabu (18/10).

Kegiatan dihadiri Direktur Pembinaan dan Pengawasan Kementerian ESDM, Sri Raharjo, Anggota Komisi 7 DPR RI Dapil Babel Eko Wijaya, Asisten Pemprov Babel KA Tajuddin, Kabid Pertambangan Dinas Pertambangan dan ESDM Babel.

Eko Wijaya menjelaskan, kegiatan pembinaan dan pengawasan merupakan kegiatan yang baru dan harus dilaksanakan. Karena persoalan pertambangan di Indonesia merupakan persoalan yang harus dipikirkan bersama sekaligus melakukan penataan.

Dalam hal ini kata Eko untuk menjaga sumber daya cadangan, produksi dan pemasaran dengan mengenal potensi yang ada di wilayah pertambangan mineral dan batubara.

"Untuk itu dibutuhkan sinergi antar pengambil kebijakan, baik di kementerian, pemerintah daerah maupun pengusaha pertambangan," ujarnya.

Adanya pembinaan dan pengawasan kata Eko Wijaya dapat memberikan motivasi bagi daerah untuk terus membangun daerahnya. Sehingga menjadi hal positif dalam membina serta mengawasi pemegang IUP se-Provinsi Kepulauan Babel.

Bahkan pertambangan menurut Eko, merupakan sektor penting dan vital untuk menunjang pembangunan nasional. Dimana peran sektor pertambangan sebagai roda pengerak ekonomi dalam negeri.

"Ini semakin dituntut untuk tetap mampu memberikan kontribusi positif secara berkelanjutan terhaadp pembangunan negara dan daerah sekitar," ujar Eko.

Eko Wijaya menjelaskan, Provinsi Kepulauan Babel memiliki potensi tambang dengan cadangan besar dan kadar yang tinggi, diantaranya mineral logam. Bahkan dengan keanekaragaman jenis endapan atau bahan galian yang dijumpai di Babel menjadi daya tarik bagi investor dalam dan luar negeri.

Ditambahkan Eko, kehadiran PT Timah berskala nasional menunjukkan cadangan mineral logam di Babel begitu besar. Sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi pelaku tambang pemegang IUP untuk melaukan kegiatan eksplorasi dan operasi di Babel.

Halaman
12
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help