Pemuda Muhammadiyah Babel Gelar Seminar Pendidikan Dakwah

Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Bangka Belitung menggelar Seminar Pendidikan Dakwah

Pemuda Muhammadiyah Babel Gelar Seminar Pendidikan Dakwah
IST
FOTO bersama Panitia dan Peserta Seminar Pendidikan Dakwah dengan tema "Pendidikan Karakter", Kamis (19/10) di Kampus STKIP MBB Bangka Belitung. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Herru W

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Bangka Belitung menggelar Seminar Pendidikan Dakwah dengan tema "Pendidikan Karakter", Kamis (19/10) di Kampus STKIP MBB Bangka Belitung.

Seminar menghadirkan narasumber Prof. Bustami Rachman (Dewan Pendidikan Babel),  Fadillah Sabri (Sekretaris PWM Babel),  Senaidi (Staff Kemenag Kanwil Babel)  dan dibuka oleh H. Kamaruddin, AK Ketua PWM Babel. 

Sekretaris Pemuda Muhammadiyah Babel, Jafri mengatakan acara ini sengaja mengangkat tema pendidikan, karena pendidikan adalah unsur yang sangat fundamental dalam membangun sebuah peradaban dan kemandirian bangsa.

"Kegiatan yang bekerja sama dengan Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Babel ini dihadiri kurang lebih 200 peserta seminar," ungkap Jafri kepada Bangkapos.com, Kamis (19/10).

Jafri juga mengatakan sistem pendidikan Indonesia masih lebih menekankan pada prestasi akademis ketimbang penyempurnaan karakter (akhlak).

"Padahal, pendidikan karakter itu merupakan pesan inti Islam, sekaligus lebih menentukan bagi masa depan dan kepribadian anak didik," jelasnya.

Kurangnya pendidikan karakter, lanjut Jafri adalah masalah utama yang menyebabkan rendahnya semangat pencapaian, lemahnya kepercayaan diri, kurangnya profesionalisme, pudarnya kredibilitas dan integritas dan sebagainya.

"Semua ini sebenarnya akibat dari kurangnya pendidikan karakter," jelasnya.

Sementara Ketua PWPM, Babel Rusdiar juga mengatakan kunci keberhasilan pendidikan karakter adalah keteladan. Dunia pendidikan pada saat sekarang memang sedang menghadapi tantangan yang sangat serius.

"Di antara tantangan yang paling krusial adalah masalah karakter anak didik. Dalam pasal 3 UU Sisdiknas ditulis bahwa tujuan pendidikan adalah untuk membentuk manusia yang beriman, bertakwa, berakhlak, mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, dan mandiri," terang Rusdiar.

Ia menegaskan, pendidikan karakter telah menjadi sebuah keharusan bagi suatu bangsa. Karena ciri dari bangsa yang besar dan maju itu mempunyai karakter kuat.
Namun, karakter yang kuat itu tidak akan ada artinya bila tidak dilandasi dengan akhlak mulia.

"Akhlak mulia harus menjadi fondasi dan ruh utama dari koor keilmuan dalam pendidikan kita. Agar mampu mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara," katanya. (*)

Penulis: Herru W
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help