Warga Gantung Protes Air PDAM Keruh

Seratusan warga dari sejumlah desa di Kecamatan Gantung mendatangi Kantor Bupati Belitung Timur

Warga Gantung Protes Air PDAM Keruh
bangkapos.com/Dedy Qurniawan
Aksi damai warga pelanggan PDAM dari Kecamatan Gantung ke Kantor Bupati Beltim, Kamis (19/10/2017). 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Seratusan warga dari sejumlah desa di Kecamatan Gantung mendatangi Kantor Bupati Belitung Timur (Beltim), Kamis (19/10/2017).

Menggunakan satu truk, sejumlah minibus dan puluhan motor mereka datang untuk menggelar aksi damai mengadukan keruhnya air PDAM Gantung yang ditengarai disebabkan oleh adanya aktivitas Tambang Inkonvensional (TI) Rajuk di Sungai Lenggang Gantung yang merupakan sumber air baku PDAM Gantung.

Membawa sejumlah spanduk dan karton bernada protes, para demonstran ini menuntut agar aktivitas TI Rajuk dihentikan total dan PDAM Gantung diminta memperbaiki kualitas air mereka.

Pantauan Pos Belitung, selain membentangkan spanduk dan berorasi di halaman Kantor Bupati Beltim, warga yang tampak didominisai ibu-ibu ini juga membawa sejumlah botol bekas berisi air yang disebut sebagai air dari PDAM Gantung. Air itu berwarna keruh.

"Beberapa bulan kemarin, kami sudah terkena banjir. Sesudah banjir kena air latak (keruh)," ujar orator lalu disahut teriakan warga dalam aksi tersebut.

Usai berorasi, sebanyak 10 warga perwakilan darI seratusan warga dari Kecamatan Gantung yang berdemonstrasi di kawasan Kantor Bupati Beltim Kamis (19/10) kemarin, diajak untuk berdialog di ruang Rapat Kantor Bupati Beltim.

Mereka diterima oleh Wakil Bupati Beltim Burhanudin (Aan), Plt. Sekda Beltim Ikhwan Fakhrozi, Wakapolres Beltim Kompol Joko Triyono, pejabat Forkompimda Beltim, manajemen PDAM Beltim dan sejumlah pejabat terkait lainnya.

Dialog tersebut ditutup dengan penandatanganan tiga kesepakatan memenuhi tuntutan yang disampaikan pada aksi itu antara warga, Pemkab Beltim dan Forkopimda Beltim.

Berikut Tiga Poin Kesepakatan Terkait Keruh Air PDAM Gantung antara Warga, Pemkab Beltim, dan Forkompimda Beltim:

1) Aktivitas penambangan dengan cara apapun dan dalam bentuk apapun di dalam Sungai Lenggang, mulai dari hulu hingga hilir Sungai Lenggang agar ditindak tegas sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

2)Kepada PDAM supaya dapat meningkatkan kualitas air yang layak konsumsi

3) Pemkab Beltim, TNI-Polri, dan masyarakat sepakat menghentikan seluruh aktivitas tambang illegal dari hulu/PICE atas Sungai Lenggang dalam segala bentuk penambangann sejak hari ini dan seterusnya.

Selengkapnya di versi CETAK POS BELITUNG Jumat (20/10/2017) besok.

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved