Jual Miras dan Remang-Remang, Satpol PP Bongkar Lapak Pedagang di Panti Gembira

Kawasan tersebut dijadikan tempat berjualan minuman keras dan kerap dijadikan ajang prostitusi terselubung.

Jual Miras dan Remang-Remang, Satpol PP Bongkar Lapak Pedagang di Panti Gembira
ist
Tim Satpol PP Kabupaten Bangka saat membongkar lapak pedagang, Jumat (20/10/2017) di Kawasan Panti Gembira. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Tim Satpol PP Kabupaten Bangka dipimpin oleh Kabid Penegakan Perundang-Undangan Achmad Suherman melakukan razia pedagang eks Mambo yang berjualan di Panti Gembira, Kamis (19/10/2017) malam sekitar jam 20.30 WIB.

Penertiban dilakukan atas perintah langsung Sekda Bangka H Fery Insani. Pasalnya kawasan tersebut dijadikan tempat berjualan minuman keras dan kerap dijadikan ajang prostitusi terselubung.

lapak pedagang dibawa petugas
Lapak pedagang dibawa petugas (Ist)

Saat melakukan penertiban Tim Satpol PP Kabupaten Bangka menjaring lima perempuan karena tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Namun diakui Kasatpol PP Kabupaten Bangka M Dalyan Amrie melalui Kabid Penegakan Perundang-undangan Achmad Suherman sulit untuk membuktikan kawasan tersebut dijadikan kawasan esek-esek.

"Mereka ini ada pelayan warung dan ada yang berjualan, bukan PSK tetapi ada satu warung yang sudah pernah ditangkap polisi karena berjualan miras golongan A. Ini ditangkap petugas pol pp lagi atas nama Al. Dia menandatangani surat perjanjian tidak berjualan miras lagi warungnya, dan kami tutup," tegas Suherman kepada bangkapos.com, Jumat (20/10/2017).

Pedagang tersebut lanjutnya dilarang berjualan malam dan minuman alkohol. Untuk warung-warung yang berjualan minuman beralkogol golongan A ini, akan diproses dan dilarang berjualan. Apalagi para pedagang tersebut menyewa kepada orang lain.

"Memang suasana Pasar Mambo ini, sudah tidak lagi seperti warung kopi tetapi seperti warung remang-remang, lampu gelap, jualan alkohol, mabuk-mabukan, cewek pakaian seksi," sesal Suherman.

lapak pedagang
Lapak pedagang yang berjualan miras diamankan tim satpol pp. ist

Dia berharap para pedagang tidak lagi berjualan miras dan menyediakan pelayan seksi, apalagi lokasi tersebut di tengah kota dan sementara tempat Panti Gembira ini merupakan pinjaman ke PT Timah Tbk.

"Mereka harusnya sadar, bukan membuat masalah, masyarakat sekitar sudah resah," ungkap Suherman.

Diakuinya, para pembeli juga takut masuk ke kawasan Panti Gembira tersebut untuk membeli makanan karena suasana tempat berjualan yang remang-remang.

Untuk itu pihaknya akan menindak tindak tegas, jika perlu Kawasan Panti Gembira akan ditutup untuk berjualan malam hari.

Penertiban ini kembali dilanjutkan Jumat (20/10/2017), Tim Satpol PP dengan membongkar meja dan kursi para pedagang eks Mambo. Sebanyak empat warung milik Yl, Yna, Al, Yi langsung dibongkar oleh petugas satpol pp.

"Warung ini berjualan minuman beralkohol dan mereka menyewa dari orang lain. Hal ini akan berimbas yang nama tercantum di RTH nanti terancam dak dapat kios," tegas Suherman.

Penulis: nurhayati
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved