Sosok Istri Ketua DPRD yang Tikam Suami Hingga Tewas, Jabatannya Kabag, Sering Tampil Mesra di FB

Pembunuhan Ketua DPRD Kolaka Utara, Mussakir Sarira oleh istrinya sendiri dikabarkan dipicu kehadiran orang ketiga.

Sosok Istri Ketua DPRD yang Tikam Suami Hingga Tewas, Jabatannya Kabag, Sering Tampil Mesra di FB
Facebook
Andi Erni Astuti 

TRIBUNBATAM.id, KOLAKA - Banyak yang penasaran tentang kasus penikaman Ketua DPRD Kolaka Utara, Mussakir Sarira yang ditikam oleh istrinya sendiri, Andi Erni Astuti.

Andi Erni saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka. Ia diduga melakukan tindakan nekad itu karena dirasuki api cemburu pada suami

Padahal pasangan suami istri ini sudah dikaruniai tiga orang anak, masing-masing bernama Ratu (11), Lady (10) dan Quen (9).

//

“Kabarnya dipicu oleh kehadiran orang ketiga,” kata kerabat Musakkir, Rabu (18/10/2017) malam, seperti dilansir SultraKini.com.

Baca: Ketua DPRD Tewas Ditikam Istrinya, Tusukan Pisau Dapur Menembus Hati

Andi Erni adalah pegawai negeri sipil yang bertugas di Dinas Kesehatan Kolaka Utara dengan jabatan kepala bagian.

Keluarga korban awalnya menyebutkan bahwa korban terjatuh di kamar mandi, kemudian tertusuk pisau dapur.

Namun polisi tidak begitu saja percaya pada pernyataan keluarga.

Baca: Jadi Tersangka Pembunuh Suaminya, Istri Ketua DPRD Ini Malah Dibanjiri Ucapan Duka

Setelah melakukan penyelidikan, Polres Kolaka pun menetapkan istri korban berinisial AE sebagai tersangka pembunuhan suaminya.

Di media sosial, Andi Erni tampak tampil sebagai sosok yang mencintai keluarganya.

Putri Musakkir Sirira menangis jenazah ayahnya

Tak jarang dia membagikan foto-foto kebahagiaan bersama ketiga anak perempuannya maupun dengan sang suami.

Baru-baru ini dia membagikan foto bersama ketiga putrinya hingga mendapat respon dari teman-teman di akun media sosialnya.

"Alhamdulillah sdh bkumpul sama anak2 mlepas rindu...slamat dtg bu Hajja...ole2na!," tulis pemilik akun Andi Nirmala.

Baca: Ketua DPRD Kolaka Utara Bertengkar Hebat Sebelum Tewas Ditusuk Istri Tercinta, Ini Dugaan Motifnya

Memang baru-baru ini Andi Erni dan suaminya Mussakir Sarira baru kembali melaksanakan ibadah haji di Mekkah hingga membuat mereka berdua baru menyandang gelar Haji dan Hajjah.

Andi Erni pun kemudian membagikan foto mesra saat bersama di tanah suci bersama suami. Terlihat keduanya masih tampil mesra.

"Menjelang shalat jumat.. Alhamdulillah suhu turun di 33 derajat celcius disertai angin yg berhembus sejuk.. Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.." tulis Andi Erni menyasar tulisan statusnya saat melaksanakan ibadah haji di Mekkah bersama suami.

Mereka berdua pun mendapat doa dari rekan-rekannya agar pulang dengan selamat sampai ke tanah air dan bisa menjadi Haji dan Hajjah yang mabrur.

Baca: Suami Pergoki Istrinya Mesum dengan Pria Lain di Kamar Villa

Kapolres Kolaka Utara AKBP, Bambang Satriawan belum mendapatkan memastikan penyebab kematian wakil rakyat tersebut.

Namun, yang pasti, di tubuh korban ditemukan luka tusuk, tepatnya di bagian perutnya.

Ketua DPRD Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, Musakkir Sarira saat menunaikan ibadah haji bersama istrinya Andi Erni Astuti, bulan lalu. Erni tikam suaminya hingga tewas.
Ketua DPRD Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, Musakkir Sarira saat menunaikan ibadah haji bersama istrinya Andi Erni Astuti, bulan lalu. Erni tikam suaminya hingga tewas. (ist)

"Ada luka tusuk benda tajam di perut korban. Sementara kalau kita lihat dari fisik korban luka tusuk benda tajam," ujar Bambang.

Jasad korban telah dibawa kembali ke RSUD Jafar Harun Kolaka Utara untuk dilakukan visum.

Setelah melakukan penyelidikan, Polres Kolaka pun menetapkan istri korban sebagai tersangka pembunuhan suaminya.

Baca: Tak Disangka Pria Ini Mendadak Tinggalkan Dewi Perssik Selamanya

Melansir dari Kompas.com, Bambang Satriawan mengungkapkan bahwa pelaku sudah ditahan setelah mengakui perbuatannya sehingga menyebabkan suaminya meninggal.

"Tersangka benar istri sah korban dari fakta yang kita dapatkan, sedang kita dalami terkait dengan motifnya kenapa dia melakukan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal. Sementara ini dia sudah mengaku kalau dia yang melakukan penganiayaan itu," ungkap Bambang saat dikonfirmasi via telepon Kamis (19/10/2017).

Tersangka dikatakan masih syok dan belum bisa menjelaskan lebih jauh terkait insiden tersebut.

Pihak kepolisian pun masih menyinkronkan dengan keterangan-keterangan para saksi, alat bukti, dan keterangan tersangka.

"Barang bukti yang berhasil kita sita itu benda yang digunakan berupa pisau, baju yang berlumuran darah, dan gunting yang ada darah di TKP," katanya.

Baca: Modus Unik Cewek Ajak Pacar Sikat Uang Bosnya Rp 2,3 Miliar

Sementara hasil otopsi korban yang telah dilakukan oleh tim dokter dari Rumah Sakit Bhayangkara Kendari, lanjut Bambang, disimpulkan bahwa luka tusukan selebar 1,9 cm dengan dalam lebih dari 4 cm di antara perut dan dada korban. Korban ditusuk dengan menggunakan pisau dapur yang mengenai hati korban.

"Otopsi sudah dilakukan mulai pukul 03.30 dan selesai pukul 06.00 Wita, hasilnya bahwa matinya korban karena disebabkan tusukan benda tajam yang menyebabkan luka di atas perut atas dan mengenai hati korban," terangnya.

Dalam kasus ini, penyidik Polres Kolaka Utara telah memeriksa 5 orang saksi di antaranya, tersangka, anggota Sat Pol PP, sopir korban, dan dokter RSUD Jafar Harun Kolaka Utara yang menangani korban. (Tribun-Medan.com/Fahrizal Fahmi Daulay)

 
Editor: fitriadi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved