BangkaPos/

Disperindag Babel Temukan Puluhan Gas LPG 12 Kg Oplosan

Kita telah menyidak ke beberapa toko dan telah ditemukan seal cap non hologram milik PT BMJA diduga dipalsukan

Disperindag Babel Temukan Puluhan Gas LPG 12 Kg Oplosan
Ist
Inilah sejumlah gas LPG ukuran 12 kg sebagai barang bukti kini diamankan oleh pihak Polresta Pangkalpinang. 

Laporan wartawan Bangka Pos, Ryan A Prakasa

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Sedikitnya 33 gas LPG (elpiji) dengan tabung ukuran 12 kilo gram (kg) berhasil diamankan oleh pihak Dinas Perindustrian & Perdagangan Provinsi Bangka Belitung (Disperindag Prov Babel) baru-baru ini.

Sejumlah LPG ukuran tersebut diperoleh dari sejumlah toko yang ada di wilayah Kota Pangkalpinang itu diduga merupakan hasil oplosan oleh seorang oknum pelaku usaha, oleh karenanya temuan sejumlah LPG itu akhirnya dilaporkan ke kepolisian di daerah (Polresta Pangkalpinang).

Rinaldy Kepala Bidang Perlindungan Konsumen dan Kemetrologian, Disperindag Prov Babel mengatakan temuan sejumlah gas LPG tersebut, Jumat (12/10/2017) dilaporkan ke Polresta Pangkalpinang.

"Kasus ini sudah dilaporkan ke Polresta Pangkalpinang," kata Rynaldi, Sabtu (21/10/2017).

Dijelaskannya kasus gas LPG 12 kg diduga dioplos itu sesungguhnya tak lain menindaklanjuti laporan pihak PT Bina Mulia Jaya Abadi (BMJA) ke pihaknya perihal perlindungan konsumen dan pemalsuan seal cap non hologram berwarna kuning milik PT BMJA.

"Kita telah menyidak ke beberapa toko dan telah ditemukan seal cap non hologram milik PT BMJA diduga dipalsukan di toko yang berlokasi dijalan Mitro Pangkal Balam, barang bukti hasil sidak berupa tabung elpiji dengan seal cap non hologram berwarna kuning kini telah diamankan oleh pihak Polresta pangkalpinang," kata Rynaldi.

Diterangkan lebih lanjut, sejumlah tabung elpiji seal cap kuning tersebut diduga dari hasil oplosan dari tabung 3 kg bersubsidi ke tabung 12 kg, bahkan seorang oknum pelaku usaha selaku pihak penyuplai gas LPG tabung 12 kg di wilayah Kota Pangkalpinang kini telah dilaporkan pihaknya lantaran diduga pula telah memalsukan seal cap non hologram warna kuning milik PT BMJA.

Sementara manajer PT BMJA, Danil Wijaya justru menghimbau khususnya kepada masyarakat atau konsumen pengguna gas LPG agar cermat dalam membeli produk gas LPG dimana pun.

"Perlu diketahui agar masyarakat untuk lebih cermat membeli tabung elpiji ukuran 12 kg dan 5,5 kg secara resmi dengan seal cap hologram barcode ke pangkalan resmi Pertamina," kata Danil saat dikonfirmasi, Sabtu (21/10/2017) sore.

Tak cuma itu Danil pun tak lupa menghimbau khususnya kepada para pemilik/pengelola toko, pengecer di pulau Bangka agar tidak menjual tabung elpiji seal cap non hologram berwarna kuning ke masyarakat setempat.

"Karena tabung elpiji resmi dari Pertamina dengan spesifikasi menggunakan seal cap hologram barcode dan dijamin isi beratnya, himbauan ini dilakukan agar ke depan tidak ada permasalahan pada saat sidak pengawasan rutin dan apabila ditemukan pasti akan di sita tabung elpiji tidak resmi tersebut," harapnya.

Terpisah Kapolresta Pangkalpinang, AKBP Noveriko Siregar saat dikonfirmasi, Sabtu (21/10/2017) malam soal laporan pihak Disperindag Prov Babel ternasuk perwakilan PT BJMA ke ke Polresta Pangkalpinang, Jumat (20/10/2017) terkait temuan sejumlah gas LPG tabung ukuran 12 kg diduga oplosan justru tak ditampiknya.

"Ada...msh lidik pelaku nya..modus mengoplos elpiji 3 kg ke 12 kg," kata Kapolres melalui pesan singkat /Whats App (WA) yang diterima bangkapos.com. (*)

Penulis: ryan augusta
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help