BangkaPos/

Kisah Erich Hartman, Pilot Tempur Paling Berjaya Sepanjang Masa yang Merontokan 352 Pesawat Musuh

Ketangguhan pilot-pilot Jerman bahkan berada di atas kemampuan para pilot Sekutu maupun Uni Soviet (Rusia) walaupun

Kisah Erich Hartman, Pilot Tempur Paling Berjaya Sepanjang Masa yang Merontokan 352 Pesawat Musuh
Pinsdaddy.com
Erich Hartman 

BANGKAPOS.COM--Dalam duel di udara seorang pilot tempur yang berhasil merontokkan pesawat lawan lalu pulang dalam keadaan hidup untuk bisa menceritakan pengalamannya adalah prestasi dan akan menjadi kisah luar biasa.

Tapi seorang pilot tempur yang berhasil merontokkan pesawat lawan dalam jumlah puluhan bahkan ratusan sekaligus dan bisa pulang untuk menceritakan pengalaman hebatnya itu benar-benar lebih dari luar biasa.

Selama Perang Dunia II Nazi Jerman dikenal memiliki pilot-pilot tempur tangguh dan memiliki prestasi luar biasa karena mampu merontokkan puluhan hingga ratusan pesawat musuh.

Ketangguhan pilot-pilot Jerman bahkan berada di atas kemampuan para pilot Sekutu maupun Uni Soviet (Rusia) walaupun dalam dogfight pilot-pilot Jerman kadang-kadang hanya menggunakan pesawat yang teknologinya di bawah kualitas pesawat-pesawat lawannya .

Baca: Kisah Setan dari Rabau yang Merontokkan 87 Pesawat Tempur Sekutu

Kendati dalam PD II  Nazi Jerman akhirnya kalah, peringkat ace untuk para pilot Jerman tetap berada di urutan teratas dan nama-nama pilot yang legendaris itu tetap tersohor hingga saat ini.

Salah satu pilot tempur yang paling jago di antara yang terjago, the ace of aces adalah Erich Hartmann.

Pilot muda Luftwaffe yang biasa bertempur dengan “pesawat pembawa kematian” tipe Messerschmitt iu, selama bertarung di udara telah  berhasil merontokkan 352 pesawat musuh.

Kepiawaian Erich berlaga di udara  memang sudah terlihat sejak kecil.

Semasa remaja, Erich, yang lahir di Weissch, 19 April 1922, hobi olahraga dirgantara sehingga ia terbiasa menerbangkan pesawat sport jenis glider, pesawat tanpa mesin yang pada era terkini dimanfatkan untuk kegiatan olahraga terbang layang.

Halaman
1234
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help