Waralaba Modern Boleh Masuk Bangka, Tapi Ini Persyaratannya
Saya welcome terhadap mereka dan tidak anti modern tetapi tentu ada persyaratannya. Persyaratannya apa
Penulis: nurhayati | Editor: Iwan Satriawan
Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati
BANGKAPOS.COM,BANGKA--Bupati Bangka H Tarmizi Saat tidak menolak masuknya waralaba mart modern yang akan berinvestasi di Kabupaten Bangka.
Namun ada persyaratan yang harus dipatuhi oleh waralaba mart modern seperti Alfamart atau Indomart jika ingin berinvestasi di Kabupaten Bangka.
"Saya welcome terhadap mereka dan tidak anti modern tetapi tentu ada persyaratannya. Persyaratannya apa, tentu tidak mematikan para pedagang, toko kelontongan dan lainnya. Apa yang bisa mereka kontribusikan untuk para pedagang jangan mereka jadi penonton seperti apa rumusannya," jelas Tarmizi kepada bangkapos.com, Sabtu (21/10/2017) di Ruang Kerja Bupati Bangka.
Diakuinya jika tidak ada waralaba mart modern daerah bisa dicap kabupaten tertinggal karena tidak ada retail modern.
Namun ia membantah tidak pro ekonomi lemah, tetapi harus terpadu dan sinergis agar toko-toko kelontong juga tidak mati.
Disisi lain Tarmizi menyarankan dibuatnya Desa Mart untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga masyarakat di desa.
Desa Mart ini dikelola oleh BUMDes. "Buat Desa Mart melalui BUMDes. Bisa menggunakan APBDes 2018," saran Tarmizi.
Dia mencontohkan seperti Kulonprogo, air mineral dan kemasan, beras dan batik harus dari produksi daerah. Produk lain boleh masuk tetapi dibatasi.
Untuk itu menurut Tarmizi setiap desa harus memiliki produk dalam program one village one product.
Selain itu setiap desa harus memiliki embung untuk menampung air sehingga nanti di desa-desa masyarakat yang butuh air tinggal memutar keran.
"Misalnya dana APBDes Rp 2 milyar per desa 30 persennya untuk perjalanan dinas, gaji dan operasional sebesar Rp 600 juta, yang 70 persen Rp 1,4 milyar untuk fisik supaya pengelolaan sampah, air, pembangunan desa bagus. Kalau hasil BUMDesnya bagus bisa untuk imam masjid, muazimnya, begitu juga untuk yang ngurus klenteng, gereja," kata Tarmizi.
Dia yakin jika dana desa dikelola dengan baik dan sinergis tidak ada lagi warga yang miskin di Kabupaten Bangka.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/tarmizi-saat_20170917_141036.jpg)