BangkaPos/

Fakta Tentang Korban Salah Tangkap, Ariyadi Dipukuli Karena Dituduh Curi Lada

Ariyadi merintih menahan sakit setelah sekujur tubuhnya antara lain dada, punggung, dan pahanya banyak mendapatkan luka lebam

Fakta Tentang Korban Salah Tangkap, Ariyadi Dipukuli Karena Dituduh Curi Lada
bangkapos.com/Riki Pratama
Luka lebam terlihat di bagian paha Aang, ia terlihat terbaring di atas kasur, di Kediamanya, foto di ambil Senin (23/10/2017) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Ariyadi (27) alias Aang warga Kelurahan Teladan, Kecamatan Toboali diduga menjadi korban salah tangkap pihak Reskrim Polres Bangka Selatan, atas tuduhan pencurian lada, pada Sabtu (21/10/2017) lalu.

Kepada para awak media di kediamanya, Ariyadi meringis kesakitan setelah diduga dianiaya oleh oknum anggota polisi yang hendak mengamankannya saat itu.

Ariyadi yang akrab disapa Aang sambil merintih menahan sakit setelah sekujur tubuhnya antara lain dada, punggung, dan pahanya banyak mendapatkan luka lebam bekas pukulan yang diduga dianiaya.

Akibatnya, Aang hanya bisa terbaring ketika bergerak atau duduk, tubuhnya akan terasa sakit menyusul kejadianya Sabtu (21/10) siang.

1. Dituduh mencuri Sahang (lada)

Menurutnya, bermula kedatangan lima oknum polisi ke kediamanya lalu dirinya yang tengah sendirian di rumah dituduh telah mencuri sahang.
Berselang kata Aang dirinya kemudian digiring untuk masuk ke dalam mobil.

Diperkirakan dalam mobil itu tindak penganiayaan berlangsung lantaran Aang dipaksa agar mengaku telah mencuri sahang.

2. Belum ada laporan resmi

Sedangkan, Kapolres Basel melalui Kabag Ops Polres Basel Kompol Erlichson mengatakan bahwa dirinya baru mengetahui, adanya dugaan penganiayaan dilakukan oleh oknum anggota Polres dari laporan yang diberikan oleh pihak wartawan terhadapanya, pada Senin (23/10)

Ketika ditemui, di ruangan kerjanya Erlichson mengaku bahwa belum adanya laporan resmi yang dilakukan oleh pihak korban terhadap perlakuan yang telah menimpa Aang.

Halaman
123
Penulis: Riki Pratama
Editor: teddymalaka
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help