Pemprov Babel Jalin Kerjasama dengan PT BGR Terapkan SRG

"Dengan resi gudang ini adanya surat pengakuan semacam sertifikat supaya petani bisa meminjam uang di bank

Pemprov Babel Jalin Kerjasama dengan PT BGR Terapkan SRG
Bangkapos/Nurhayati
Sosialisasi mengenai sistem resi gudang (SRG) yang dilakukan Pemprov Babel di Kabupaten Bangka, Selasa (24/20/2017) di ruang rapat Bina Praja Kabtor Bupati Bangka 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Staf Ahli Gubernur Babel Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Sumini Yuliastuti mengatakan, sistem resi gudang (SRG) bukan hal yang baru.

Menurutnya SRG di Bangka sudah ada untuk komoditi timah dan pupuk.

Untuk penerapan SRG lada ini Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berkerjasama dengan PT Bhanda Ghara Reksa (BGR) sebagai pemegang gudang.

"Dengan resi gudang ini adanya surat pengakuan semacam sertifikat supaya petani bisa meminjam uang di bank. Resi gudang hanya untuk menyimpan lada sambil menunggu harga lebih baik. Dalam jangka waktu enam bulan kalau harga sudah bagus bisa menjual, atau jika tidak mau menjual bisa minjam uang di bank yang ditunjuk oleh Bappebti (Badan pengawas perdagangan berjangka komoditi--red) yakni Bank Sumsel Babel, BRI dan Bank Jawa Barat," jelas Sumini saat sosialisasi SRG, Selasa (24/10/2017) di Ruang Rapat Bina Praja Kantor Bupati Bangka.

Menurutnya, saat ini Pemprov Babel sudah mendirikan koperasi lada dimana karyawannya magang di PT BGR setelah berjalan dengan baik baru dilepas.

Dikatakan Sumini, keberadaan resi gudang ini dari masyarakat untuk masyarakat. Masyarakat bisa membuat gudang sendiri yang dilatih oleh PT BGR.

"Dalam penerapan SRG ini kita diawasi Bappebti sejauh mana melaksanakan resi gudang," ungkap Sumini.

Menurutnya untuk sistem pembayaran penyimpan di resi gudang ini selama dipegang PT BGR petani yang menyimpan ladanya membayar sebesar Rp 1,5 juta termasuk biaya untuk asuransi dan keamanan penyimpanan lada.

Untuk pembayaran pertama lanjutnya sebesar Rp 750.000 sisanya bisa dicicil.

"Untuk menstabilkan harga lada jangan terlalu anjlok. Kita bisa meminjam uang di bank kalau harga sudah baik tinggal bayar pinjaman di bank. Masanya enam bulan bisa diperpanjang. Jadi keamanan dan mutu sahang terjamin dengan ada resi gudang. Pemerintah juga sudah menunjuk pengusaha untuk menstabilkan harga mereka sudah MoU dengan gubernur," jelas Sumini.(*)

Penulis: nurhayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved