Tergiur Upah Rp 120 Juta, Kakek Nekat Bawa Sabu 6 Kg Pakai Tas Hijau Loreng

Meski usianya sudah lanjut, kakek ini nekat membawa sabu seberat 5.949 gram dari Tarakan menuju Mamuju, Sulbar.

Tergiur Upah Rp 120 Juta, Kakek Nekat Bawa Sabu 6 Kg Pakai Tas Hijau Loreng
Tribun Kaltim/M Fachri Ramadhani
Kakek berusia 67 tahun jadi kurir sabu seberat 6 kg diamankan polisi. 

BANGKAPOS.COM, BALIKPAPAN - Apes nasib NA, kakek berusia 67 tahun, warga Tarakan, Kaltara.

Meski usianya sudah lanjut, ia nekat membawa narkotika golongan I jenis sabu seberat 5.949 gram dari Tarakan menuju Mamuju, Sulawesi Barat.

Namun, baru sampai di Pelabuhan Kariangau, Balikpapan, sang kake ditangkap anggota Ditresnarkoba Polda Kaltim berikut sabu yang dibawanya.

Barang haram tersebut awalnya dari Tawau, Malaysia. Lolos masuk Tarakan rencananya akan dikirim ke Mamuju, Sulawesi Barat.

Ia pikir dengan menyimpan sabu di tas warna hijau loreng bisa aman mengantar sampai tujuan.

Namun kenyataannya, belum sampai tujuan, NA keburu ditangkap polisi narkoba Polda Kaltim.

Baca: Belum Sempat Diperkosa 4 Pemuda , Janda Muda Tewas Dicekoki Miras dan Narkoba

Kakek 5 cucu ini diamankan polisi beserta barang bukti berupa sabu 5.949 gram di kawasan pelabuhan Kariangau, Balikpapan, Minggu (15/10) lalu.

//

"Kami sudah memonitor pergerakan tersangka dari Tarakan. Sesaat sebelum NA menaiki kapal tujuan Sulawesi anggota melakukan penindakan," kata Dir Narkoba Polda Kaltim Kombes Pol Kris Erlangga didampingi Kabid Humas Kombes Pol Ade Yaya Suryana, Senin (23/10).

//

Kris menuturkan, pengungkapan masuknya sabu seberat hampir 6 kg dari Tarakan itu bermula dari informasi masyarakat.

Baca: Tak Cuma Cerdas, 5 Dokter Ini Memiliki Paras Cantik dan Seksi

Tim Opsnal Ditresnarkoba melakukan penyelidikan usai mendapat informasi. Didapatlah nama kurir beserta ciri-ciri lengkap. Pada Jumat (13/10) petugas mengetahui tersangka mulai bergerak dari Tarakan. Menggunakan speedboat ia menyebrang ke Tanjung Selor.

Dari Tanjung Selor ia menyewa mobil rental menuju Balikpapan.

Rencananya sang kakek bakal lanjut menggunakan kapal laut menyeberang ke Mamuju usai membawa sabu lewat jalur darat melintasi Berau, Kutim, Samarinda hingga Balikpapan.

Baca: Natasha Wilona Posting Ini Setelah Heboh Video Hot Sang Kekasih dan Nadine

Begitu sampai Pelabuhan Kariangau, tersangka keluar dari mobil menenteng tas warna hijau loreng. Petugas yang sudah menguntit langsung menciduk NA, kemudian menggeledahnya.

Benar saja, di dalam tas ditemukan barang yang diduga kuat sabu 6 paket besar yang jika ditotal memiliki berat hampir 6 kilogram.

"Petugas langsung membawa tersangka dan barang bukti ke Mapolda untuk proses hukum lebih lanjut," katanya.

Hasil interogasi petugas, tersangka mengaku mendapat barang tersebut dari seseorang berinisial IW di Tarakan.

Barang haram berasal dari Tawau, Malaysia. "Kami sudah terbitkan DPO dan melakukan pencarian. Namun hingga saat ini masih belum berhasil tertangkap," bebernya.

Baca: Mengharukan, Sang Ayah Lebih Nyaman Melihat Echa Tidur Panjang

Atas perbuatannya, NA dijerat pasal 112 (2) jo pasal 114 (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Tersangka mengaku baru pertama kali menjadi kurir. Dari catatan kepolisian ia pernah dipenjara, namun kasus pidana umum," ungkapnya.

Kepada Tribun, NA (67) mengaku tak kuasa menahan godaan hingga rela menjadi kurir narkoba. Bagaimana tidak, NA diimingi upah ratusan juta bila berhasil mengantar 6 paket sabu dari Tarakan menuju Mamuju.

Menurut NA, upah yang diterimanya Rp 20 juta per 1 paket sabu bila berhasil mengantarnya ke tempat tujuan.

Baca: Tenggak Obat Kuat, Pria Paruh Baya Tewas Usai Bercinta dengan PSK

Bila enam paket berhasil sampai tujuannya, uang Rp 120 juta tentunya ada dalam genggaman tangannya.

"Saya ada utang banyak, pak," kata NA sembari digiring petugas.

Motif ekonomi menjadi alasan klasik yang diutarakan para pelaku peredaran gelap narkoba.

Ia mengaku terpaksa menjadi kurir karena desakan ekonomi, selain upah yang menjanjikan.

NA hanya dikasih uang operasional Rp 1,5 juta selama perjalanan. Bila berhasil ia dijanjikan upah besar oleh IW, seorang bandar narkoba di Tarakan yang kini jadi buron polisi.

"Janjinya Rp 20 juta, 1 paket itu," tuturnya.

(Tribun Kaltim/Muhammad Fachri Ramadhani)

Editor: fitriadi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved