Bahaya Berita Hoax, Publik Dirugikan

Hoax adalah suatu berita palsu yang sengaja dibuat dan disebar luaskan untuk menimbulkan ketakutan atau kehebohan

Bahaya Berita Hoax, Publik Dirugikan
bangkapos.com/Ryan A Prakasa
Ketua Dewan Pers, Yosef Adi Prasetyo hadir sebagai pembicara dalam acara seminar yang digelar pihak BNPT & FKPT Provinsi Bangka Belitung. Seminar yang mengangkat tema Literasi Upaya Cegah & Tangkal Paham Radikal & Terorisme di Masyarakat bertempat di hotel Puncak, Kota Pangkalpinang. 

Laporan wartawan Bangka Pos Ryan A Prakasa

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Hoax adalah suatu berita palsu yang sengaja dibuat dan disebar luaskan untuk menimbulkan ketakutan atau kehebohan. Bahkan berita hoax yang dibuat justru bertujuan untuk menipu publik.

Saat ini pesatnya kemajuan teknologi informasi & komunikasi tak hanya memberikan dampak yang positif tetapi juga memberikan dampak yang buruk bagi masyarakat.

Terlebih penyampaian informasi begitu cepat dimana setiap orang telah dengan mudah memproduksi informasi, bahkan informasi yang begitu cepat tersebut melalui beberapa media sosial seperti facebook,twitter, ataupun pesan telepon genggam seperti, whatsapp (WA) dan lain sebagainya yang tidak dapat difilter dengan baik.

"Seperti kasus baru-baru ini sempat heboh sekelompok pembuat berita isu sara atau hoax. Mereka kelompok bayaran atau dikenal kelompok Saracen yang memiliki 700 ribu pengikut account. Kelompok ini merupakan kelompok bayaran yang sengaja membuat berita-berita hoax dan ini sangat berbahaya sekali," kata Ketua Dewan Pers, Yosef Adi Prasetyo selaku narasumber dalam acara seminar yang digelar pihak Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang bekerja sama dengan Forum Koordinasi Pencegah Teroris (FKPT) Provinsi Bangka Belitung (Babel), Kamis (26/10/2017) bertempat ball room hotel Puncak, Kota Pangkalpinang.

Selain itu menurutnya suatu formasi yang dikeluarkan baik oleh orang-perorang maupun badan usaha/lembaga atau kelompok tertentu melalui media sosial (medsos) dan elektronik ketika telah terkirim dan dibaca oleh banyak orang dapat mempengaruhi emosi, perasaan, pikiran bahkan tindakan seseorang atau kelompok maupun publik.

"Sangat berbahaya sekali apabila ada informasi yang disampaikan diketahui informasi yang tidak akurat terlebih informasi tersebut adalah informasi bohong (hoax--red) dengan judul yang sangat provokatif mengiring pembaca dan penerima kepada opini yang negatif," terang pria biasa disapa Stanley.

Selain itu pula ditegaskanya berita hoax pun akan menimbulkan opini negatif, fitnah, penyebar kebencian yang diterima dan menyerang pihak ataupun membuat orang menjadi takut, terancam dan dapat merugikan pihak yang diberitakan sehingga dapat merusak reputasi dan menimbulkan kerugian materi dan sebagainya.

Oleh karenanya 'Literasi Media' sesungguhnya menurut pendiri organisasi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) ini adalah perspektif yang dapat digunakan ketika berhubungan dengan media agar dapat menginterprestasikan suatu pesan yang disampaikan oleh si pembuat berita dengan bijak dan cerdas.

"Ini suatu bentuk sikap pengertian kita untuk mempelajari memahami dan menyaring berita yang patut sehingga kita tahu mana berita yang benar dan mana berita yang fitnah," katanya.

Penulis: ryan augusta
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved