Literasi Orang Dewasa Indonesia Paling Rendah di Dunia

Literasi di negara kita ini (Indonesia--red) paling rendah di dunia dan mengapa literasi orang dewasa di negara Indonesia

Literasi Orang Dewasa Indonesia Paling Rendah di Dunia
Bangkapos/Ryan Agusta
Willy Prambudiya selaku pembicara dalam acara seminar yang digelar oleh pihak BNPT bekerja sama FKPT Provinsi Babel. Seminar yang mengangkat tema Literasi Upaya Cegah & Tangkal Paham Radikal & Terorisme di Masyarakat bertempat di hotel Puncak, Kota Pangkalpinang. (ryan)tema Literasi Upaya Cegah & Tangkal Paham Radikal & Terorisme di Masyarakat bertempat di hotel Puncak, Kota Pangkalpinang. 

Laporan wartawan Bangka Pos, Ryan A Prakasa

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Literasi adalah kemampuan individu untuk membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian yang diperlukan dalam pekerjaan, keluarga dan masyarakat.

Persoalan literasi pun khususnya di negara Indonesia sendiri sampai saat ini relatif lebih rendah jika dibandingkan dengan negara-negara lain.

"Literasi di negara kita ini (Indonesia--red) paling rendah di dunia dan mengapa literasi orang dewasa di negara Indonesia rendah. Lantas apa penyebabnya atau sumbernya apa?, ini tak lain karena faktor dunia pendidikan formal," kata Willy Pramudiya mewakili Aliansi Jurnalis Independen (AJI) selaku pembicara dalam acara seminar yang digelar oleh pihak Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bekerja sama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Bangka Belitung (Babel).

Acara seminar yang diselenggarakan itu mengangkat tema Literasi Upaya Cegah & Tangkal Paham Radikal & Terorisme di Masyarakat bertempat di hotel Puncak, Kota Pangkalpinang, Kamis (26/10/2017).

Menurut Willy, beda halnya di negara lain (Eropah) pengenalan dunia pendidikan formal justru diaplikasikan oleh para orang tua terhadap anak asuhnya sejak dini.

Hal itu lantaran para anak asuh justru sudah mendapatkan sarana atau fasilitas pendidikan formal yang lengkap atau memadai di rumahnya masing-masing.

"Nah ini yang membedakan literasi orang di negara Indonesia sangat rendah karena sejak lahir memang sudah rendah. Sementara di negara Eropah mereka sejak kecil sudah memiliki fasilitas pendidikan formal yang sudah disediakan di dalam keluarga termasuk laboratorium anak-anak mereka punya, serta membuat percuma cukup di rumah dan tidak perlu di sekolah," terang Willy di sela-sela memaparkan materi. (*)

Penulis: ryan augusta
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved