BangkaPos/

Inilah Sejumlah Ritual yang Dilakukan Sebelum Pelaksanaan Nikah Massal di Desa Serdang

Lalu pada malam harinya di rumah Toko Adat melaksanakan, nabur air jeruk dilaksanakan serta menyalakan

Inilah Sejumlah Ritual yang Dilakukan Sebelum Pelaksanaan Nikah Massal di Desa Serdang
Istimewa
Ritual Adat Pernikahan Massal berlangsung di Desa Serdang, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, pada Sabtu (28/10/2017) siang 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riki Pratama

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Dalam pelaksanaan nikah massal di Desa Serdang, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan ada beberapa ritual adat yang dilaksanakan oleh para pemangku adat di desa setempat.

H. Sudirman (52) Tokoh adat setempat menjelaskan prosesi kegiatan nikah massal ini dilaksanakan diawali dengan memerintahkan beberapa anak buah tokoh adat untuk mengumpulkan beras sebanyak satu batil atau tiga kaleng susu dan uang sukarela dari masyarakat setempat.

Disamping itu, setiap orang tua pengantin diwajibkan memberikan beberapa kue yang dibuat oleh orang tuanya para calon pengantin.

Setelah semua barang yang diminta oleh ketua adat tersedia, hari berikutnya, tepatnya dua hari sebelum pelaksanaan perayaan pengantin massal, tokoh adat melaksanakan ritual bebanten atau syukuran.

Lalu pada malam harinya di rumah Toko Adat melaksanakan, nabur air jeruk dilaksanakan serta menyalakan lilin pada tiga titik pada pintu masuk ke desa Serdang.

Tujuannya untuk menjaga keamanan dan keselamatan khususnya masyarakat yang hadir dalam acara tersebut.

"Saat pelaksanaannya, di siang harinya pengantin dan masyarakat berkumpul di Kantor Kades untuk melaksanakan ritual oleh ketua adat, berupa menaburkan air kelapa muda dicampur bunga tujuh rupa kepada para pengantin dan tamu undangan, serta pemberian tiga butir lada untuk dimakan pengantin pada saat saat resepsi,"ujar Sudirman kepada wartawan, Sabtu (28/10/2017)

Setelah itu, dilaksakan resepsi dan pemberian ucapan selamat oleh para undangan yang hadir dan dilanjutkan dengan arak arakan pengantin mengeliling kampung.

"Lalu pada malam harinya, dilanjutkan oleh acara hiburan musik yang disajikan untuk menghibur masyarakat, sebanyak delapan pasang pengantin mengikuti acara ini,"ujarnya.(*)

Penulis: Riki Pratama
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help