BangkaPos/
Home »

Bisnis

» Mikro

Kisah Jungkir Balik Usaha Mie Ramen "Ranjang 69"

Sudah 14 gerai usaha "Mie Ramen Ranjang 69" yang berhasil dibuka di berbagai kota, mulai dari Pandeglang Banten hingga Purwokerto

Kisah Jungkir Balik Usaha Mie Ramen
(Ari Maulana Karang/Kompas.com)
Izqi (berkacamata) yang saat ini jadi Direktur Utama Ranjang 69 bersama kakak kembarannya Izqa yang jadi manajer pemasaran Ranjang 69 

BANGKAPOS.COM- Menggeluti dunia usaha sejak masih kuliah, Rizqa Rahman Sidik (28) dan kembarannya Rizqi Rahmanul Hakim (28), ternyata sudah cukup kenyang menjalani pahitnya menjadi seorang pengusaha.

Saat ini, kesuksesan mulai bisa dinikmati keduanya setelah jatuh bangun hingga delapan kali membangun bisnis. Ya, bisnis itu adalah "Mie Ramen Ranjang 69".

Tahun 2017 ini saja, sudah 14 gerai usaha "Mie Ramen Ranjang 69" yang berhasil dibuka di berbagai kota, mulai dari Pandeglang Banten hingga Purwokerto Jawa Tengah. Omzet yang diraih keduanya pun tidak sedikit, meski mereka malu-malu mengungkapkannya.

Usaha kuliner mie ramen yang dijalani anak kembar dari pasangan suami istri Siswanto Jatnika dan Yanti Sugiharti ini, dimulai tahun 2011 saat keduanya masih kuliah di Universitas Padjadjaran Bandung.

Saat itu, gerai mie ramen milik mereka hanyalah sebuah kios kecil berukuran 3x4 meter di kawasan Jatinangor.

Awalnya, menurut Izqa, demikian Rizqa biasa disapa, nama kedai mie ramen mereka adalah Oishi ramen dengan menu mie ramen super pedas. Karena berbagai kendala, usaha mie ramen mereka pun akhirnya sulit berkembang. Apalagi, usai kuliah mereka sempat bekerja.

Rizqa sempat menjadi wartawan media cetak regional di Bandung, sementara Rizqi bekerja di perusahaan pemasok peralatan di pembangkit listrik panas bumi di Garut.

Dari berbagai masukan penikmat mie ramen Oishi Ramen mereka, Rizqa mendengar soal banyak komentar di media sosial soal pedasnya mie ramen buatan mereka yang membuat kepala penikmatnya terasa "jangar" (pusing).

Apalagi, tempat makan yang sempit membuat pengunjung kegerahan hingga para pengunjung dipastikan akan berkeringat saat menikmati mie ramen buatan mereka.

Mendengar suara-suara pengunjung di Medsos, awalnya membuat Rizqa dan adiknya kecut nyali untuk terus melanjutkan usahanya. Namun, kejelian Rizqa yang lulusan fakultas komunikasi Unpad, mengubah keadaan dengan merubah nama Oishi Ramen menjadi Ranjang yang merupakan kepanjangan dari Ramen Jangar.

Sementara, angka 69 mereka tambahkan untuk menggambarkan betapa susahnya mereka membuka dan membangun usaha hingga istilah jungkir balik usaha dipresentasikan mereka dalam angka 69.

"Angka 69 juga menggambarkan kembar, kan kita anak kembar," katanya saat ditemui di salah satu gerai usahanya di Jalan Cimanuk Jayaraga Kecamatan Tarogong Kidul, Jumat (27/10/2017).

Rizqa mengaku, setelah memiliki nama usaha baru tepatnya pada 9 September 2011, dirinya bersama adiknya akhirnya memutuskan untuk total membangun usaha sendiri dan berhenti bekerja. Pilihan ini, ditentang keras kedua orangtuanya. Namun, keduanya tetap pada pendiriannya.

"Kita baru kasih tahu orangtua berhenti kerja setelah membuka kedai kedua di Garut tahun 2012," katanya.

Nama Ranjang 69 sendiri, awalnya menurut Rizqa sempat juga digunjing karena ada konotasi negatif. Namun, seiring waktu akhirnya semua bisa mengerti maksud nama Ranjang 69.

Tags
usaha
Editor: khamelia
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help