BangkaPos/
Home »

Bisnis

» Mikro

Matoa, Buah Manis Harga Selangit, di Manggar Tembus Rp 115/Kilogram

Harga buah matoa melejit hingga Rp 115/kilogram. Buah mirip lengkeng dengan aroma khas durian ini ramai diburu konsumen

Matoa, Buah Manis Harga Selangit, di Manggar Tembus Rp 115/Kilogram
khasiat
Matoa 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM--Harga buah khas tanah Papua, Matoa, di Kecamatan Manggar naik fantastis. Jika beberapa waktu lalu buah berdaging mirip lengkeng dengan beraroma durian ini dijual seharga Rp 60 ribu hingga Rp 70 ribu per kilogram (kg), sekarang harganya sudah melebihi harga Lada, yakni tembus hingga Rp 115 ribu per kg.

matoa
matoa (khasiat)

Sedangkan harga Lada saat ini berkisar Rp60-70 ribu/kg.

Pemilik Handaru Nursery Manggar, Donny mengatakan melonjaknya harga buah Matoa di Pulau Belitung itu dapat dilihat di forum-forum jual beli media sosial Facebook yang berisi warganet Pulau Belitung. Penjual sekaligus pembelinya kebanyakan adalah kaum hawa.

Donny menduga, harga Matoa naik dikarenakan ongkos kirimnya yang tinggi. Buah Matoa yang dipasok dari luar Pulau Belitung misalnya, ada yang harus dua kali naik pesawat untuk sampai ke Pulau Belitung lalu dipasarkan.

"Mungkin yang jual Rp 70 ribu dulu itu yang dari Bangka, ini ada yang nyebut dari Malang ada yang dari Bogor," kata Donny berbincang dengan Pos Belitung, Sabtu (28/10/2017).

Menurut Donny, sebenarnya tanah Pulau Belitung cocok ditanami Matoa. Berbeda dengan lengkeng yang mesti ditanam di atas ketinggian 600 MDPL. Matoa bisa ditanam dengan pertumbuhan maksimal di bawah ketinggian tersebut, asalkan media tanamnya tidak berupa tanah kaolin, aluvial (lempung) dan pasir.

Di Beltim, kata dia, ada warga yang menanam tanaman ini.

"Tapi kelas rumah tangga. Tidak ada yang budidaya sampai ratusan pohon itu. Buahnya cocok dibuat selai karena dagingnya tebal, asinan, campuran minuman, campuran salad buah," ujarnya.

Matoa, menurut Donny, memang adalah buah khas Papua namun tanaman ini telah tersebar di sejumlah wilayah di Indonesia, namun sebarannya dinyatakan tidak semasif Durian, Mangga, dan Jeruk.

Dia juga menjual bibit Matoa seharga Rp 65 ribu per batang. Bibit Matoa yang ia jual adalah bibit dari biji dan kultur jaringan yang didatangkan dari Malang.

"Harganya relatif lebih mahal dibanding harga bibit Mangga. Lumayan banyak yang dicari karena terdorong musim dan harganya mahal. Sebulanan ini sudah laku 60-an batang. Saya terbantu dengan harga Matoa yang tinggi ini, jadi banyak yang cari bibitnya." kata pemilik Nursery yang memiliki toko di bilangan Jalan Raya Manggar-Gantung, Desa Selinsing ini.

Pikap milik Handaru Nursery Manggar yang membawa bibit tanaman untuk kemudian dijual saat sedang singgah di rumah warga di Kecamatan Manggar, Sabtu (28/10/2017). Donny, pemilik Handaru Nuresery Manggar, menjajakan beraneka ragam bibit tumbuhan di Pasar Mekar Jaya, Kecamatan Manggar
Pikap milik Handaru Nursery Manggar yang membawa bibit tanaman untuk kemudian dijual saat sedang singgah di rumah warga di Kecamatan Manggar, Sabtu (28/10/2017). Donny, pemilik Handaru Nuresery Manggar, menjajakan beraneka ragam bibit tumbuhan di Pasar Mekar Jaya, Kecamatan Manggar (bangkapos/dedi qurniawan)
Tags
Buah
Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help