National University of Singapore Puji Inovasi UBB Kembangkan Lada Unggul

Peneliti dari Asia Competitiveness Institute, National University of Singapore (ACI NUS) memuji langkah inovasi yang diambil UBB

National University of Singapore Puji Inovasi UBB Kembangkan Lada Unggul
istimewa
Prof Dr Ir Agus Hartoko MSc, Warek Il UBB (kiri) menjelaskan varietas lada unggul di kebun lada UBB kepada Dr Amri Mulya (paling kanan) dan Syahida, dua peneliti dari ACI National University of Singapore, Kamis (26/10/2017). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Peneliti dari Asia Competitiveness Institute, National University of Singapore (ACI NUS) memuji langkah inovasi yang diambil Universitas Bangka Belitung (UBB) dalam mengembangkan varietas unggul lada, dan kemudian membudidayakannya di kebun UBB, Kampus Terpadu Balunijuk, Merawang.

“Selain memiliki keunggulan di tingkat internasional, inovasi UBB tersebut dapat memberikan contoh bagi daerah-daerah lainnya di Indonesia agar melakukan ‘research and development’ dan inovasi dalam bidang pertanian,” tukas Dr Amri Mulya, didampingi Syahida, peneliti ACI NUS, ketika hendak ‘terbang’ ke Singapura dari Soekarno-Hatta, Jumat (27/10/2017).

Sebelumnya, Kamis siang, keduanya dibawa oleh Warek II Prof Dr Ir Agus Hartoko MSc melihat kebun lada unggul milik UBB di kompleks kampus terpadu.

Dalam kesempatan itu Prof Agus panjang-lebar menjelaskan keunggulan yang dimiliki lada itu, termasuk informasi UBB telah melakukan tes DNA (deoxyribonycleid acid) tehadap empat varietas unggul tersebut.

Dijelaskan, secara morpologis (tampak dari luar) adanya ruas-ruas dengan jarak saling perdekatan (pendek).

Hal ini memungkinkan tumbuhnya banyak cabang lada yang menyebabkan lebatnya buah, sehingga produksi lada per batang bisa mencapai empat kilogram.

“Selain yang ada di kebun UBB, lada unggul ini telah ditanam di areal seluas 150 hektar di Bangka Selatan,” ujar Agus Hartoko ketika menjawab pertanyaan Amri Mulya dan Syahida.

Warek II Agus Hartoko juga mengemukakan, di samping lada, UBB pun telah mengembangkan nanas unggul dan pisang yang bertandan lebih dari dua.

Termasuk membuat produk minuman kemasan dari jeruk kunci yang menjadi minuman resmi UBB.

“UBB sangat ketat dalam hal menjaga keasrian tanaman asli Bangka di sini. Flora dan fauna yang ada di seputar hutan kampus misalnya, kami jaga dan keberadaannya kami awasi terus. Lutung, hewan khas Babel ada di sekitar kebun lada, satu contoh, kami sediakan makanannya dengan menanam jagung,” ujar Agus Hartoko.

Halaman
12
Tags
ubb
Penulis: Dody
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved