BangkaPos/

Saburo Sakai, Samurai Sejati ' Malaikat Pencabut Nyawa' yang Punya Nyawa Rangkap

Puluhan pesawat tempur Sekutu berhasil ditembak jatuh Saburo yang bertempur dengan semangat seorang samurai

Saburo Sakai, Samurai Sejati ' Malaikat Pencabut Nyawa' yang Punya Nyawa Rangkap
Istimewa
Saburo Sakai 

BANGKAPOS.COM - Salah satu pilot tempur Jepang yang berjaya dalam duel udara selama PD II melawan pesawat-pesawat tempur Sekutu adalah Saburo Sakai.

Puluhan pesawat tempur Sekutu berhasil ditembak jatuh Saburo yang bertempur dengan semangat seorang samurai itu .

Ia bahkan merupakan salah satu pilot kamikaze Jepang yang selamat meskipun telah berusaha menabrakkan pesawat tempurnya menuju salah satu kapal perang AS.

Sebagai pilot pesawat tempur Jepang yang berhasil menembak lebih dari 60 pesawat Sekutu, Saburo Sakai merupakan salah satu pilot legendaris Jepang yang masih hidup hingga PD II berakhir.

Tak hanya itu beberapa puluh tahun kemudian, Saburo yang berkunjung ke AS bahkan sempat bertemu dengan pilot-pilot yang menjadi lawannya, termasuk penembak yang berposisi di samping (rear gunner) yang nyaris membunuhnya dalam pertempuran di ruang udara Guadalcanal.

Salah satu puteri Saburo, bahkan disekolahkan ke AS dan menikah dengan warga AS.

Saburo Sakai lahir di Saga, Jepang, tanggal 25 Agustus 1916. Keluarga Saburo masih merupakan samurai tulen yang hidup sebagai petani.

Pada usia 16 tahun Saburo bergabung dengan AL Jepang. Ia mendapat peran sebagai operator meriam dan mendapat pendidikan penerbang walaupun sebenarnya dirinya tidak ada keinginan untuk menjadi pilot pesawat tempur.

Ketika Jepang berperang melawan China (1939), Saburo pun dikirim ke medan perang dan mengoperasikan pesawat Mitsubishi A5M.

Kepiawaiannya sebagai pilot tempur mulai tampak saat Saburo berhasil menembak jatuh pesawat pembom China buatan Rusia, DB-3.

Halaman
1234
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help