Home »

Lokal

» Bangka

Tambang Ilegal Ternyata Masih Beroperasi di Lahan Buper

Yang jelas, ada sekitar enam unit TI dan ada sebuah penambangan pasir (pasir bangunan-kuarsa) tanpa ijin

Tambang Ilegal Ternyata Masih Beroperasi di Lahan Buper
Bangkapos/Nurhayati
Tim Satpol PP Kabupaten Bangka saat melakukan penertiban kembali penambangan pasir dan tambang inkonvensional yang diduga illegal, Selasa (31/10/2017) di lokasi eks tambang lahan 23 di Kawasan Bumi Perkemahan, Lingkungan Tunas Kelapa, Kelurahan Parit Padang Kecamatan Sungailiat. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Ternyata tambang ilegal atau tanpa ijin masih ditemui di kawasan Bumi Perkemahan (Buper) TB T23 Sungailiat Bangka.

Fakta ini mencuat saat Tim Satpol PP Bangka, melakukan peninjauan di lokasi yang dimaksud, Selasa (31/10/2017).

Di lokasi ini, Pol PP menemukan sekitar enam unit tambang timah (TI) dan sebuah tambang pasir.

Tambang-tambang tersebut menurut Pol PP, tak mengantongi ijin resmi dari pemerintah daerah atau pihak terkait.

Pol PP kemudian memanggil pemilik atau kuasa tambang, dan memberikan teguran secara lisan,

"Kami cuma melakukan penghentian secara lisan terhadap tambang tersebut.Yang jelas,  ada sekitar enam unit TI dan ada sebuah penambangan pasir (pasir bangunan-kuarsa) tanpa ijin di kawaan ini," kata Kepala Kantor Satpol PP Bangka, Dalyan Amrie diwakili Kabid Penegakan Perundang-undangan Pol PP, Achmad Suherman, Selasa (31/10/2017).

Perintah penghentian operasional tambang, menurut Suherman dilakukan agar lokasi yang dimaksud tidak porak-poranda.

Apalagi aktifitas tambang tersebut berada di kawasan Bumi Perkemahan (Buper) Kabupaten Bangka dan dikeluhkan sejumlah warga.

"Makanya distop. Karena kalau tidak,  Buper TB 23  terancam jadi kolong. Apalagi ada tambang pasir, yang pasirnya diangkut keluar," katanya.

Suherman mendapat kabar, khusus penambangan pasir, pengelolah mematok harga Rp 100 ribu pertruk pasir.

Pasir tersebut dikomersilkan untuk bahan bangunan atau kebutuhan lainnya.

"Di tambang pasir ada satu unit PC (alat Berat) dan satu unit truk. Per satu truk pasir bayar Rp100 ribu," katanya.(*)

Penulis: ferylaskari
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help