Waspada 8 Penipuan Lewat Media Sosial yang Bisa Bikin Kantong Bolong

Tahukah anda bahwa penjahat bisa menggunakan media sosial untuk mencuri uang dan informasi dari kita?

Waspada 8 Penipuan Lewat Media Sosial yang Bisa Bikin Kantong Bolong
tribunnews
ilustrasi 

BANGKAPOS.COM -- Membunuh waktu dan mengusir penat dengan media sosial tentu sering kita lakukan.

Salah satunya adalah lewat facebook di mana kita bisa menonton video lucu, bermain game, atau menuliskan keluh kesah di halamannya.

Namun, tahukah anda bahwa penjahat juga menggunakannya untuk mencuri uang dan informasi dari kita?

Baca: Registrasi Kartu Prabayar Paling Lambat 31 Oktober 2017 Ternyata Bohong!

Berikut ini bentuk-bentuk penipuan di facebook yang seringkali tidak kita sadari :

1. Fitur kuis facebook

//

Bermain kuis di facebook terkadang membuat pikiran kita lebih segar. Namun, beberapa fitur kuis di facebook akan meminta akses ke profil Anda.

Adam Levin, pendiri The Global Indentity Protection and Data Risk dan sekaligus penulis buku Swiped, mengatakan bahwa fitur tersebut akan mengajukan beberapa pertanyaan lebih jauh mengenai data diri kita.

//

"Fitur-fitur tersebut murni untuk mengumpulkan data lewat pertanyaan keamanan," papar Adam Levin.

Baca: Kini Ada Fitur Untuk Menghapus Pesan WA yang Salah Kamar

Adam Levin menyarankan agar kita bermain kuis lewat laman yang terpecaya.

Selain itu, sebaiknya kita membuat jawaban palsu untuk pertanyaan soal pemulihan kata kunci sehingga password kita sulit dipecahkan.

Mungkin cukup mudah bagi para pebipu ini untuk memancing agar Anda memberitahukan nama masa kecil ibu Anda, kode yang sering digunakan untuk mengkonfirmasi suatu akun.

Jadi, berikan jawab palsu yang mudah diingat. Penipuan lewat pertanyaan keamanaan ini adalah cara paling mudah.

2. Hadiah yang tidak masuk akal

Siapa yang tidak mau hadiah gratis. Apalagi hadiah tersebut bernilai jutaan. Mungkin kita akan mudah tergiur oleh giveaway (undian) tersebut.

Bahkan, dengan mudahnya kita akan mengarahkan kursor pada link 'Sign me up!' untuk mendapatkanya.Tapi, kita perlu waspada akan hal ini.

Baca: 5 Barang Mewah Syahrini, Celana Pendeknya Saja Seharga 7 Juta

Eva Velasquez, CEO dan presiden The Indentity Theft Resource Center mengatakan agar kita benar-benar memastikan apakah undian itu nyata sebelum kita ikut serta.

"Ya, memang ada undian yang sah dan ada juga yang palsu. Tapi, biasanya selalu ada maksud tersembunyi di balik undian tersebut," ucapnya.

iPad, tiket penerbangan, atau perhiasan gratis yang dijanjikan oleh sebagian besar perusahaan memang menggiurkan.

Syarat-syarat mudah seperti mendaftar newsletter atau membeli produk perusahaan tersebut akan membuat kita kalap dan dengan mudah memberi data pribadi kita.

Tapi sebelum anda melakukannya, pertimbangkan dulu peluang untuk menang dan risiko besar apa yang menghadang dengan melepaskan informasi pribadi. Abaikan tipuan media sosial yang menggunakan cara ini.

3. Teman lama yang baru

Bersikaplah skeptis jika menerima permintaan pertemanan baru dari seseorang yang sebelumnya sudah berteman dengan Anda lewat facebook.

Beberapa orang memang suka membersihkan akun lama mereka dengan membuat akun baru.

Namun, tidak semua permintaan pertemanan itu jujur, karena cara serupa juga dipakai para penipu dengan berpura-pura menjadi teman Anda.

Baca: Pria Ini Meninggal dengan Kondisi Tersenyum, Ternyata Begini Semasa Hidupnya

Penipu akan mengkloning seluruh profil facebook seseorang dan menciptakan akun palsu yang mengatasnamakan orang tersebut.

Dari akun 'teman' anda, hacker bisa mengirim tautan yang menipu, misalnya tautan 'cara agar cepat kaya' atau kutipan lucu yang ternyata virus.

Levin mengatakan agar kita menghindari bentuk-bentuk penipuan tersebut termasuk email anonim yang masuk dalam inbox.

"Masalahnya, saat Anda klik, link tersebut dapat mengirim malware ke komputer anda. Sebelum menerima permintaan pertemanan yang aneh, kita harus screenshoot teks email tersebut atau mengkontak orang yang bersangkutan untuk mengkonfirmasi bahwa ini bukan akun palsu," tambahnya.

4. Permintaan aneh dari teman

Meskipun Anda belum menerima permintaan pertemanan, jangan langsung mempercayai pesan aneh dari seseorang yang belum pernah kita temui.

Hacker dapat menemukan password seseorang dan masuk ke akun mereka, lalu mengirim pesan kepada teman-temannya.

Orang-orang tersebut bisa jadi mengaku kehilangan dompet di negara lain dan meminta Anda untuk mengirim uang.

Mungkin hal ini cukup jelas menunjukan sebuah penipuan, tapi pesan dari teman itu bisa membuat Anda gegabah sehingga tidak mampu berpikir jernih.

Baca: Hasil Lengkap Matchday 4 Liga Champions

Jika anda ingin memastikan bahwa pesan tersebut benar-benar asli, hubungi menggunakan platform lain selain facebook.

Bila Anda menelpon, ketahuilah juga bahwa ringtone terdengar berbeda di berbagai negara.

Jadi, anda bisa mengetahui dimana teman Anda berpergian dengan meneleponnya meskipun dia tidak mengangkat telepon anda.

5. Pesan tak jelas

Kenal atau tidak dengan orang yang memposting tautan tersebut, Anda pasti tergoda saat seseorang mengirim pesan tautan seperti "Lihat apa yang mereka katakan tentang kamu' dan klik apa yang terjadi.

"Secara tak langsung bentuk penipuan tersebut pasti akan menarik rasa penasaran anda," ujar Eva Velasquez.

Eva juga menyarankan jangan pernah membuka tautan palsu tidak jelas tersebut. Tautan tak jelas tersebut patut dicurigai, dan mengkliknya bisa memuat malware ke komputer anda.

"Lebih baik konfirmasi dulu mengenai pesan tersebut pada teman anda," tambahnya.

6. Kupon undian

Mengikuti fanspage restoran atau toko favorit adalah cara yang tepat agar kita mengetahui informasi apapun terkait toko atau restoran tersebut.

Jika fanspage tersebut memposting kode promo dan Anda memenangkan sejumlah uang, maka beruntunglah Anda.

Tapi, jangan langsung percaya jika kemudian diminta memberi data pribadi atau rekening Anda.

Baca: 4 Pria Biasa Ini Sukses Taklukkan Hati Artis Cantik Indonesia Hingga ke Pelaminan

Pada beberapa bentuk penipuan facebook, sebagian website muncul pada fanspage asli namun halaman yang muncul adalah halaman palsu.

"Carilah informasi lewat google. Carilah situs resminya dan lihatlah apa yang sebenarnya terjadi. Jika memang sedang ada promo pasti situs resmi toko tersebut akan memberi tahu Anda," papar Velasquez.

7. Penggalangan dana

Biasanya, setelah ada tragedi besar, Anda akan melihat banyak iklan dan postingan tentang kegiatan amal untuk membantu korban.

Adam levin mengatakan bahwa ada beberapa badan amal yang memang menyalurkan bantuan tersebut kepada para korban, tetapi juga ada yang menipu dan memanfaatkan kepedulian orang lain.

Selain itu, link amal ini juga bisa memuat malware pada komputer anda.

Lebih buruknya lagi, uang Anda tidak akan sampai ke korban tragedi tersebut malah masuk ke kantong penjahat.

Untuk amannya, lebih baik anda mencari situs-situs amal lewat google daripada facebook.

8. Secret Santa

Kedengarannya memang seperti ide bagus. Anda mengirim hadiah dengan nominal tertentu kepada seseorang yang tidak anda kenal dan tiga orang lainnya juga akan mengirim hadiah untuk Anda, inilah yang disebut dengan 'Secret Santa'.

Baca: Bayern Muenchen dan PSG Lolos ke Fase Gugur

Tapi, sama seperti praktik penemuan dengan gaya kupon undian, tidak ada jaminan bahwa Anda akan mendapatkan kembali hadiah yang senilai sama dengan nominal yang telah Anda keluarkan.

"Anda hanya akan memberikan alamat rumah anda kepada orang asing dengan daftar barang yang anda sukai. Ini adalah invetasi yang buruk," ujar Velasquez.

(Tribun Manado)

Editor: fitriadi
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved