BangkaPos/

Ternyata Inilah Biang Penyebab Harga Lada Bisa Turun

‎Disaat suplai atau produksi lada ditingkat petani banyak, permintaan menurun otomatis harga lada pun turun drastis

Ternyata Inilah Biang Penyebab Harga Lada Bisa Turun
bangkapos/Krisyanidayati
amri cahyadi 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Hendra

BANGKAPOS.COM, BANGKA --‎ Harga komiditi lada terjun bebas dipasaran. Bahkan turunnya hingga mencapai Rp 55.000 per kilogram.

Fluktuatif harga lada ini menurut Wakil Ketua DPRD Babel, Amri Cahyadi kepada bangkapos.com, Kamis (2/11/2017) disebabkan karena suplai and demain (suplay dan permintaan).

‎Disaat suplai atau produksi lada ditingkat petani banyak, permintaan menurun otomatis harga lada pun turun drastis.

"Kita dapat informasi Vietnam saat ini sedang panen raya. Sehingga suplai lada ini dipasaran internasional banyak. Akibatnya harga lada pun tergerus," ujar Amri Cahyadi.

Hal ini tentunya berimbas ke Babel yang salah satunya daerah penghasil lada di Indonesia. Petani pun rugi dengan turunnya harga dan biaya produksi yang tinggi.

"Karenanya butuh terobosan untuk membantu petani lada di Babel. Saya harapkan gubernur dapat bertindak cepat. Misalkan dengan melakukan intervensi harga untuk membantu petani agar harga dapat terkoreksi tinggi," kata Amri.

Salah satunya dengan memberlakukan resi gudang. Program ini bukan untuk menaikkan harga, tetapi membantu petani lada.

"Kita perlu lakukan upaya, memikirkan tata kelolanya. Tidak hanya fokus dengan menaikkan harga. Tata kelola perdagangan lada, pertanian lada juga harus diatur dengan benar. Dengan resi gudang kita harap bisa membantu petani," kata Amri.(*)

Penulis: Hendra
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help