UMP Babel Tertinggi di Sumatera, Formula Perhitungan Dipengaruhi Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi

Rumus (penetapan UMP) itu sudah merupakan kesepakatan pengusaha dan serikat pekerja. Formulasi UMP dihitung dari angka

UMP Babel Tertinggi di Sumatera, Formula Perhitungan Dipengaruhi Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi
Tribun Jogja/Hasan Sakri Ghozali
Ilustrasi: Buruh menuntut kenaikan upah 

Laporan wartawan Bangka Pos, Ardhina Trisila Sakti

 BANGKAPOS.COM, BANGKA- Wakil Ketua Dewan Pengupahan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Suhardi menerangkan rekomendasi Dewan Pengupahan terhadap upah minimum provinsi (UMP) dilakukan berdasarkan formula perhitungan sesuai aturan resmi PP Nomor 78 Tahun 2017.

Sejak 2015, Dewan Pengupahan tidak melakukan survei kebutuhan hidup layak (KHL) namun menggunakan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) untuk menyesuaikan pendapatan pekerja dengan tingkat inflasi (kenaikan harga kebutuhan) pada masing-masing daerah.

Baca: UMP Babel Naik, Apindo Ingatkan Konsekuensi PHK

"Rumus (penetapan UMP) itu sudah merupakan kesepakatan pengusaha dan serikat pekerja. Formulasi UMP dihitung dari angka inflasi secara nasional mulai september tahun lalu hingga september 2017. Kemudian data inflasi ditambah dengan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) yakni pertumbuhan ekonomi kumulatif kwartal 3 dan 4 tahun 2016 dan kwartal 1 dan 2 tahun 2017," terang Wakil Ketua Dewan Pengupahan dan Akademisi, Suhardi saat dihubungi Bangka Pos, Kamis (2/11).

Dari riwayat UMP di Bangka Belitung sejak 2008-2017 kenaikan UMP sudah berkisar 200 persen.

Dikatakan Suhardi, UMP di tiap provinsi memang bervariasi. Ia pun membenarkan UMP Babel tertinggi nomor 1 di Pulau Sumatera dan tertinggi nomor 4 di Pulau Jawa.

Namun tinggi dan tidaknya UMP dipengaruhi oleh inflasi suatu daerah.

"Riwayat UMP kita (Babel) memang tinggi karena inflasi kita sering melampaui rata-rata inflasi nasional. Sebenarnya bukan naik tapi di situ ada penyesuaian atas inflasi (harga kebutuhan yang naik)," ujarnya.

Hingga kini Dewan Pengupahan Babel telah merekomendasikan UMP sebesar Rp.2.775.000.

Namun Suhardi menegaskan bahwa keputusan jadi tidaknya UMP baru ini akan diputuskan resmi di oleh Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan.‎(*)

Berikut Riwayat Upah Minimum Provinsi (UMP) Babel :

Tahun 2008 UMP Rp.813.000
Tahun 2009 UMP Rp.850.000
Tahun 2010 UMP Rp.910.000
Tahun 2011 UMP Rp.1.024.000
Tahun 2012 UMP Rp.1.110.000
Tahun 2013 UMP Rp.1.265.000
Tahun 2014 UMP Rp.1.640.000
Tahun 2015 UMP Rp.2.100.000
Tahun 2016 UMP Rp.2.341.500
Tahun 2017 UMP Rp.2.534.673

Sumber: Dewan Pengupahan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Penulis: Ardhina Trisila Sakti
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help